Kebiasaan Ini Diam-Diam Mengikis Lapisan Gigi

13 hours ago 3

Kebiasaan Ini Diam-Diam Mengikis Lapisan Gigi Menyikat gigi. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan menyikat gigi sesaat setelah makan ternyata berisiko merusak gigi tanpa disadari. Alih-alih membuat gigi lebih bersih, tindakan ini justru dapat mempercepat pengikisan lapisan pelindung gigi atau email gigi.

Peringatan ini disampaikan Sanjeet Shankar, dokter gigi spesialis prostetik sekaligus CEO Epikdoc.AI. Ia menilai kebiasaan menyikat gigi terlalu sering atau dengan tekanan berlebih menjadi salah satu penyebab utama kerusakan gigi yang sering diabaikan.

“Beberapa orang menyikat gigi setelah setiap kali makan. Yang lain menyikat gigi dengan intensitas yang sama seperti yang mereka gunakan pada wajan yang bernoda. Keduanya tidak membantu. Yang terjadi selanjutnya bukanlah kekuatan tetapi kerusakan, pertama-tama pada email, kemudian pada garis gusi. Ironisnya, upaya untuk menjaga kesehatan mulut justru menjadi kehancurannya,” katanya, seperti dikutip dari Hindustan Times, Jumat (3/4/2026).

Efek Asam Bikin Gigi Rentan

Menurut Shankar, makanan atau minuman yang bersifat asam seperti jeruk, tomat, hingga cola dapat melembutkan email gigi.

Jika langsung disikat, kondisi ini justru mempercepat erosi. Ia menyarankan memberi jeda sekitar 30 menit setelah makan agar air liur menetralkan asam sebelum menyikat gigi.

Kerusakan Tidak Bisa Dipulihkan

Shankar menegaskan bahwa email gigi yang sudah hilang tidak bisa tumbuh kembali.

Penanganan yang tersedia pun tidak sederhana, mulai dari penambalan, bonding, hingga pemasangan mahkota gigi. Sementara itu, resesi gusi yang parah bahkan bisa memerlukan cangkok atau teknik bedah khusus.

Prosedur tersebut dinilai efektif, tetapi mahal dan invasif, sehingga lebih baik dicegah sejak awal.

Tanda Awal Sering Terabaikan

Kerusakan gigi biasanya terjadi perlahan dalam hitungan bulan hingga tahun, dengan gejala yang kerap diabaikan.

“Kerusakan ini terjadi selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, dengan tanda-tanda kecil yang mudah terlewatkan, seperti sensitivitas yang berlebihan, perubahan kecil pada gusi, atau sikat gigi yang terlalu cepat aus. Yang sering kali terlewatkan bukanlah usaha, tetapi pengendalian diri,” ujar Shankar.

Selain itu, kebiasaan menyikat gigi dengan tekanan kuat atau menggunakan sikat berbulu keras serta pasta gigi pemutih juga dapat mempercepat penipisan email.

Orang yang tidak kidal bahkan cenderung menyikat sisi kiri mulut lebih kuat, sementara gigi taring yang menonjol sering mengalami keausan lebih cepat.

Dampak Lanjutan pada Gusi

Ketika gusi mulai menyusut, akar gigi menjadi lebih terbuka dan rentan terhadap bakteri.

Kondisi ini dapat memicu munculnya “segitiga hitam”, yaitu celah kecil di antara gigi akibat jaringan gusi yang menyusut.

“Ini bukan sekadar masalah kosmetik. Hal ini membuat pembersihan menjadi lebih sulit dan makanan lebih sering tersangkut,” jelasnya.

Cara Aman Menyikat Gigi

Shankar menyarankan penggunaan sikat gigi berbulu lembut dengan teknik menyikat ringan dan gerakan melingkar, serta posisi sikat dimiringkan ke arah garis gusi.

Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah bulu sikat yang cepat rusak dalam dua hingga tiga minggu atau terlihat pipih.

Sebagai langkah perawatan dasar, dokter gigi juga menyarankan mengganti sikat gigi setiap tiga bulan jika digunakan secara normal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Hindustan Times

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |