Kasus Campak di Jogja Turun, Semua Pasien Sembuh

2 hours ago 1

Kasus Campak di Jogja Turun, Semua Pasien Sembuh Foto ilustrasi campak. / Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja mencatat tren penurunan signifikan kasus campak pada awal 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja memastikan seluruh pasien yang sebelumnya terkonfirmasi positif kini telah dinyatakan sembuh total.

Ketua Tim Kerja Surveilans PD SIK Dinkes Kota Jogja, Solikhin Dwi R, menjelaskan penularan campak tetap perlu diwaspadai karena dapat terjadi melalui droplet atau percikan cairan saat penderita berbicara, batuk, maupun bersin. Masa inkubasi virus ini berkisar 10 hingga 14 hari dengan gejala awal umumnya berupa demam.

“Hingga Maret 2026, tercatat tujuh kasus positif campak dari total 60 kasus suspek. Seluruh pasien telah sembuh,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 13 kasus positif. Penurunan juga terlihat dari insidensi per 100.000 penduduk yang terus membaik dalam tiga tahun terakhir, yakni 4,12 pada 2024, 3,46 pada 2025, dan 1,86 pada triwulan pertama 2026.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja, Lana Unwanah, menyebutkan kasus campak tahun ini tersebar tanpa pola tertentu.

“Kasus campak tahun 2026 sebanyak tujuh kasus dan menyebar tanpa pola tertentu. Insidensi per 100.000 penduduk juga menunjukkan penurunan signifikan dalam tiga tahun terakhir,” jelasnya.

Ia menegaskan, tidak adanya keterkaitan epidemiologis antar kasus membuat kondisi tersebut belum memenuhi kriteria Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Tidak ada hubungan epidemiologi antar kasus, sehingga belum masuk kategori KLB,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |