CNN Indonesia
Rabu, 02 Apr 2025 08:50 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --
Kapal induk terbaru Angkatan Laut Amerika Serikat akan diberi nama 'USS Musk', mengambil nama miliarder sekaligus pendiri Tesla, Elon Musk.
Awalnya, kapal induk akan diberi nama USS Enterprise. Namun berdasar perintah eksekutif, nama kapal induk mengambil nama miliarder kontroversial Elon Musk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penamaan ini berbeda dari tradisi yang biasa dilakukan. Keputusan diambil mengikuti perintah pada Februari yang bertajuk 'Make Shipbuilding Great Again'. Tujuannya, merevitalisasi produksi Angkatan Laut AS di tengah kekhawatiran akan perluasan armada China.
"Dulu kita membuat banyak sekali kapal. Sekarang kita tidak banyak membuatnya lagi, tetapi kita akan membuatnya dengan sangat cepat, segera," ujar Presiden Donald Trump saat itu, seperti dilaporkan Anadolu Agency.
USS Musk merupakan kapal perang kelas Gerald R. Ford. Kapal ini dilengkapi Sistem Peluncuran Pesawat Elektromagnetik yang canggih. Hal ini sejalan dengan visi Musk untuk inovasi bertenaga listrik.
Padahal di 2017, Trump pernah melontarkan kritik bahwa teknologi digital dinilai boros dan tidak bagus. Ia justru menyarankan untuk kembali pada tenaga uap.
Sementara itu, kapal dijadwalkan diluncurkan pada November dan mulai beroperasi pada 2029 menggantikan USS Dwight D. Eisenhower. Mendiang Eisenhower merupakan seorang jenderal Perang Dunia sekaligus presiden pascaperang yang populer.
Meskipun kapan ditugaskan dengan pertimbangan kekhawatiran akan armada China tapi Musk juga memiliki kepentingan bisnis yang besar di sana.
(els/dna)