Kabupaten Malinau Kaltara Hanya Berangkat 2 Calon Haji

10 hours ago 6

Kabupaten Malinau Kaltara Hanya Berangkat 2 Calon Haji Hasmiah dan Aries, dua Calon Haji Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) saat berada di Pelabuhan Speedboat Kabupaten Malinau, sebelum berangkat menuju Kota Tarakan, Minggu (3/5/2026). ANTARA - HO/Diskominfo Malinau

Harianjogja.com, MALINAU — Penantian panjang akhirnya terbayar bagi dua warga Kabupaten Malinau yang berkesempatan menunaikan ibadah haji pada musim 1447 Hijriah/2026 Masehi. Setelah menunggu sejak 2014 atau sekitar 12 tahun, keduanya resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci.

Dua calon jamaah haji tersebut adalah Hasmiah Amiruddin Kile, warga Desa Malinau Kota, dan Aries, warga Kuala Lapang. Keberangkatan keduanya menjadi momen langka, mengingat kuota haji untuk Malinau pada tahun ini sebenarnya tidak tersedia secara reguler.

Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Malinau, Umar Maya, menjelaskan bahwa keduanya dapat berangkat karena masuk dalam kategori jamaah lunas cadangan tahun 2025. Hal ini mengacu pada aturan terbaru dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 yang mengatur sistem daftar tunggu dan kuota haji.

“Untuk tahun 2026 hingga 2027 sebenarnya tidak ada kuota murni bagi Kabupaten Malinau. Namun, dua jamaah ini bisa berangkat karena statusnya sebagai cadangan yang telah melunasi biaya sejak tahun sebelumnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan terbaru tersebut menghapus sistem kuota tetap per kabupaten/kota seperti sebelumnya. Ke depan, pemberangkatan jamaah lebih mengacu pada sistem nasional dan prioritas tertentu, seperti lanjut usia.

Berdasarkan proyeksi, Kabupaten Malinau baru akan kembali mendapatkan kuota haji secara bertahap mulai 2028, dengan estimasi sembilan jamaah. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 24 orang pada 2029 dan 65 orang pada 2030.

Bagi Hasmiah, kesempatan ini menjadi momen penuh haru. Di usia 50 tahun, ia mengaku bersyukur akhirnya mendapat panggilan untuk beribadah ke Tanah Suci setelah menanti lebih dari satu dekade.

“Alhamdulillah, ini seperti panggilan dari Allah. Semoga perjalanan kami lancar dan kembali ke Tanah Air dengan selamat,” ungkapnya.

Hal serupa juga dirasakan Aries (39), yang bekerja sebagai sopir angkutan. Ia mengaku tak menyangka penantian panjang sejak 2014 akhirnya berbuah manis.

“Sudah 12 tahun menunggu. Rasanya sangat bersyukur bisa berangkat tahun ini,” katanya.

Keberangkatan dua jamaah ini menjadi gambaran nyata panjangnya antrean haji di Indonesia. Meski demikian, pemerintah terus berupaya memperbaiki sistem penyelenggaraan melalui regulasi baru agar lebih adil dan transparan.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesabaran dan kesiapan finansial menjadi kunci utama dalam menunaikan ibadah haji, mengingat tingginya animo masyarakat Indonesia untuk berangkat ke Tanah Suci setiap tahunnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |