Jumat Agung di Katedral Soroti Iman Pemuda di Masa Sulit

13 hours ago 2

Jumat Agung di Katedral Soroti Iman Pemuda di Masa Sulit Suasana layanan perizinan dan rekomendasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di aula Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. - ANTARA - ist/Humas Pemkab Jepara

Harianjogja.com, JAKARTA—Pesan kuat untuk generasi muda mengemuka dalam rangkaian ibadah Jumat Agung 2026 di Gereja Katedral Jakarta. Umat diajak memperkuat iman dan ketahanan diri di tengah situasi global yang penuh tantangan.

Ibadah yang digelar Jumat (3/4/2026) ini juga menghadirkan pertunjukan “Jalan Salib Kreatif” yang mengangkat kisah Petrus sebagai simbol perjuangan menghadapi keterbatasan hidup.

Imam Gereja Katedral Jakarta, Yohanes Deodatus, menyampaikan bahwa figur Petrus menggambarkan sosok yang tetap gigih dan percaya kepada Tuhan meski berada dalam kesulitan.

“Ketika kita percaya kepada Tuhan, maka selalu ada jalan. Allah berkarya dalam hidup manusia,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya iman sebagai pegangan hidup, terutama bagi kaum muda agar tidak mudah terjebak dalam keputusasaan di tengah berbagai krisis.

Jalan Keluar dari Krisis Makna

Selain semangat juang, kaum muda juga diingatkan untuk memiliki arah hidup serta tetap rendah hati. Menurutnya, tantangan global yang dihadapi saat ini menuntut kedekatan spiritual yang lebih kuat.

Rangkaian ibadah juga mengajak umat memaknai pengorbanan sebagai wujud cinta sejati, sebagaimana teladan yang ditunjukkan dalam ajaran Yesus.

“Kita sering berbicara tentang cinta, tetapi takut menderita dan berkorban,” katanya.

Kepala Humas Keuskupan Agung Jakarta dan Gereja Katedral, Susyana Suwadie, menjelaskan tema “Lux in Nihilo” yang diangkat dalam Jalan Salib Kreatif menjadi ajakan bagi umat untuk keluar dari krisis makna.

Tema tersebut menggambarkan perjalanan dari kegelapan menuju terang, dengan figur Petrus sebagai simbol kebangkitan iman setelah mengalami kejatuhan.

Dalam rangkaian Tri Hari Suci Paskah 2026, Gereja Katedral Jakarta menyediakan sekitar 5.000 kursi setiap hari untuk umat yang hadir secara langsung.

Ibadah Jumat Agung dilaksanakan setelah prosesi Jalan Salib sebanyak tiga kali, yakni pukul 12.00 WIB, pukul 15.00 WIB, dan pukul 18.00 WIB.

Selain itu, layanan ibadah juga disediakan secara hibrida untuk memfasilitasi lansia maupun umat yang tidak dapat hadir langsung.

Melalui pendekatan ini, gereja berharap pesan spiritual dapat menjangkau lebih luas, terutama bagi generasi muda yang tengah menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |