Jemaah Haji Asal Solo Jalani Amputasi di Makkah karena Diabetes

3 hours ago 1

Jemaah Haji Asal Solo Jalani Amputasi di Makkah karena Diabetes

Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026. /JIBI-Bisnis Indonesia.

Harianjogja.com, MAKKAH—Perjalanan ibadah haji Damiri tahun ini meninggalkan pengalaman yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Jemaah haji asal Solo berusia 66 tahun itu harus menjalani amputasi jempol kaki kiri di Makkah akibat komplikasi diabetes setelah kondisinya memburuk usai menjalani umrah wajib di Tanah Suci.

Meski kehilangan salah satu bagian tubuhnya saat menjalankan ibadah haji, Damiri justru mengaku tetap bersyukur dan menikmati seluruh proses yang dijalaninya di Arab Saudi.

“Sedih ya enggak. Malah senang,” ujar Damiri sambil tertawa kecil saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) di hotel jemaah lansia sektor 2 Makkah, Minggu (17/5/2026).

Damiri merupakan jemaah kelompok terbang SOC 2. Sehari-hari, ia bekerja sebagai petani di Solo dan baru pertama kali menunaikan ibadah haji bersama istrinya.

Awalnya perjalanan ibadah Damiri berjalan lancar sejak tiba di Madinah. Namun, masalah kesehatan mulai muncul ketika kaki kanannya membengkak saat beraktivitas di Masjid Nabawi.

Ia sempat mengira pembengkakan tersebut hanya akibat kelelahan berjalan kaki selama menjalani rangkaian ibadah. Setelah mendapatkan obat dari petugas kesehatan, kondisinya sempat membaik.

Masalah kembali muncul setelah Damiri menjalani umrah wajib di Makkah. Ia berangkat menuju Masjidilharam sekitar pukul 22.00 waktu Arab Saudi dan baru kembali ke hotel menjelang dini hari.

“Pulang jam 02.00 baru terasa sakit,” katanya.

Pemeriksaan medis kemudian menunjukkan kadar gula darah Damiri melonjak hingga sekitar 500 mg/dL. Selain mengidap diabetes, ia juga memiliki riwayat penyakit asam urat.

Luka kecil di kaki kirinya perlahan berubah menghitam hingga dokter memutuskan amputasi jempol kaki untuk mencegah infeksi menyebar lebih luas.

“Kalau sudah hitam begitu ya harus dibersihkan,” ujarnya santai.

Damiri sempat menjalani rawat jalan sebelum akhirnya menjalani operasi di King Abdul Aziz Hospital. Setelah dirawat selama tiga hari, ia kembali ke hotel jemaah untuk melanjutkan masa pemulihan.

Alih-alih larut dalam kesedihan, Damiri justru menganggap amputasi tersebut sebagai bagian dari perjalanan hidup dan pengalaman hajinya di Tanah Suci.

“Ketinggalan di Makkah,” ujarnya sambil tertawa saat ditanya soal jempol kakinya.

Selama masa pemulihan, Damiri mengaku terbantu dengan fasilitas ramah lansia dan disabilitas yang disiapkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Di kamar hotel tersedia pegangan besi khusus di dekat tempat tidur dan kamar mandi untuk membantu mobilitas jemaah lanjut usia.

Ia kini mulai belajar berjalan perlahan tanpa terlalu bergantung pada kursi roda. Menurut Damiri, aktivitas ringan justru membantu mengurangi pembengkakan pada kakinya.

“Sedikit-sedikit jalan,” ujarnya.

Selain fasilitas fisik, petugas haji juga menyediakan layanan salat berjemaah khusus lansia di area lobi hotel agar jemaah dengan keterbatasan mobilitas tetap dapat menjalankan ibadah bersama. Program tersebut menjadi bagian dari penguatan layanan haji ramah lansia dan disabilitas pada penyelenggaraan haji 2026.

Di akhir perbincangan, Damiri mengingatkan jemaah lain yang memiliki riwayat diabetes atau penyakit penyerta agar segera memeriksakan kondisi kesehatan ketika mengalami gejala tertentu selama berada di Tanah Suci.

“Kalau ada gejala langsung periksa. Jangan ditunda-tunda,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |