
Ilustrasi banjir. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam 24 jam terakhir. Bencana hidrometeorologi itu menyebabkan ribuan rumah warga dan fasilitas publik terendam.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan luapan sungai akibat curah hujan tinggi memicu genangan di sejumlah daerah hingga memaksa sebagian warga mengungsi ke tempat lebih aman.
Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, banjir di Provinsi Sulawesi Tengah terjadi di Desa Tuladenggi Pantai, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, pada Senin (18/5/2026).
Sebanyak 66 warga terdampak dalam peristiwa tersebut. Selain merendam 66 rumah, banjir juga menggenangi satu fasilitas kesehatan, satu tempat ibadah, dan satu fasilitas umum.
Banjir Rendam Ribuan Rumah di Kalimantan Selatan
Di Provinsi Kalimantan Selatan, banjir dilaporkan meluas di Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Di Kabupaten Tapin, banjir merendam 155 rumah warga di Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan, dengan total warga terdampak mencapai 589 jiwa.
Sementara itu, banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah berdampak lebih besar karena merendam tiga wilayah kecamatan sekaligus.
Data BNPB mencatat sebanyak 2.489 rumah warga terdampak banjir. Selain permukiman, genangan juga merusak 12 fasilitas ibadah, 13 fasilitas pendidikan, dan 15 bangunan perkantoran.
Ketinggian muka air di wilayah tersebut dilaporkan berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter.
Cirebon Ikut Dilanda Banjir
Bencana banjir juga terjadi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, setelah luapan sungai masuk ke permukiman warga di empat kecamatan.
BNPB mencatat sebanyak 1.363 rumah terendam dengan total warga terdampak mencapai 5.139 jiwa. Dari jumlah tersebut, 30 warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.
“Kondisi terkini di Parigi Moutong dan Cirebon dilaporkan banjir sudah mulai berangsur surut. Namun, petugas BPBD di masing-masing daerah terus bersiaga untuk melakukan penanganan darurat, kaji cepat, serta evakuasi warga ke tempat yang aman,” kata Abdul Muhari.
BNPB Minta Warga Waspadai Bencana Hidrometeorologi
BNPB mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seiring masih tingginya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai diminta rutin memantau kondisi debit air dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
“Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman,” ujar Abdul Muhari.
Petugas BPBD di daerah terdampak saat ini masih melakukan penanganan darurat, pendataan kerusakan, serta pemantauan potensi banjir susulan di wilayah rawan terdampak cuaca ekstrem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































