JBBA 2026 Tak Sekadar Penghargaan, Utamakan Dampak Nyata Bagi DIY

20 hours ago 5

Harianjogja.com, JOGJA—Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 kembali digelar dengan pendekatan yang menempatkan dampak nyata bagi pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai indikator utama penilaian. Berbeda dari penghargaan bisnis pada umumnya, ajang yang diselenggarakan Harian Jogja ini tidak hanya mengapresiasi keberhasilan organisasi, tetapi juga kontribusinya terhadap masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui konsep tersebut, JBBA 2026 diharapkan menjadi ruang apresiasi bagi perusahaan, lembaga, institusi publik, hingga komunitas yang mampu menciptakan nilai tambah dan manfaat luas bagi DIY.

Fokus pada Kontribusi Nyata untuk Masyarakat

Ketua Panitia JBBA 2026, Della Ainun, mengatakan penghargaan ini dirancang untuk mengangkat berbagai pihak yang tidak hanya berhasil mengembangkan organisasinya, tetapi juga menghadirkan dampak positif bagi lingkungan sosial, budaya, dan ekonomi.

Menurutnya, orientasi terhadap kebermanfaatan menjadi pembeda utama JBBA dibanding berbagai ajang penghargaan lain yang umumnya lebih menitikberatkan pada pertumbuhan bisnis maupun kinerja internal organisasi.

"JBBA bukan sekadar ajang memberikan penghargaan kepada perusahaan atau institusi yang sukses. Kami ingin mengangkat mereka yang mampu menciptakan nilai tambah dan berkontribusi terhadap pembangunan DIY secara berkelanjutan," ujar Della.

Angkat Semangat Budaya dan Keberlanjutan

JBBA 2026 mengusung tema Smartly Cultured, Sustainably Driven, yang mencerminkan pentingnya sinergi antara inovasi, pelestarian budaya, dan pembangunan berkelanjutan.

Della menjelaskan tema tersebut berangkat dari filosofi Hamemayu Hayuning Bawana, yang selama ini menjadi salah satu nilai penting dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta. Filosofi tersebut dinilai relevan untuk mendorong organisasi dan perusahaan agar tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan serta manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Menurutnya, ukuran keberhasilan sebuah institusi kini tidak cukup hanya dilihat dari capaian bisnis atau performa internal. Organisasi juga perlu menunjukkan kontribusi yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

"Yang ingin kami apresiasi bukan hanya keberhasilan sebuah institusi dalam mengembangkan organisasinya, tetapi bagaimana keberhasilan itu juga menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya," katanya.

Penilaian Berdasarkan Tiga Klaster

Dalam proses seleksi, JBBA 2026 menggunakan tiga klaster utama sebagai dasar penilaian, yakni pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi berkelanjutan.

Ketiga klaster tersebut menjadi kerangka untuk menilai kontribusi para nominator sesuai karakter dan bidang yang digeluti, sehingga penghargaan yang diberikan tidak hanya mencerminkan prestasi, tetapi juga relevansi terhadap kebutuhan pembangunan DIY.

"Melalui pendekatan itu, kami ingin memastikan bahwa penghargaan yang diberikan benar-benar memiliki makna dan relevan dengan kebutuhan pembangunan di DIY. Jadi, yang diapresiasi bukan hanya pencapaiannya, tetapi juga dampak yang ditinggalkan," katanya.

Diharapkan Jadi Inspirasi Ekosistem Berkelanjutan

Della menambahkan, JBBA diharapkan tidak hanya menjadi agenda penghargaan tahunan, tetapi juga mampu mendorong lahirnya lebih banyak inovasi serta praktik terbaik dari berbagai sektor.

Melalui apresiasi terhadap kontribusi yang berdampak luas, Harian Jogja ingin menghadirkan ekosistem bisnis, sosial, dan budaya yang semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |