Jangan Sepelekan Saat Kesepian, Risiko Demensia Mengintai

9 hours ago 6

Jangan Sepelekan Saat Kesepian, Risiko Demensia Mengintai

Foto ilustrasi kesepian. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Kesepian tak lagi sekadar persoalan perasaan. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kesepian kronis dapat berdampak serius pada kesehatan otak, mulai dari penurunan daya ingat hingga meningkatnya risiko penyakit neurologis seperti demensia.

Ahli neurologi menegaskan bahwa hubungan sosial memiliki peran vital dalam menjaga fungsi kognitif. Interaksi dengan orang lain tidak hanya membantu mengelola emosi, tetapi juga merangsang aktivitas otak yang berperan dalam proses berpikir, belajar, dan pengambilan keputusan.

Ketua Grup Neurologi Rumah Sakit Yatharth India, Dr. Kunal Bahrani, menjelaskan bahwa kesepian berkepanjangan dapat membuat otak berada dalam kondisi siaga berlebih. Kondisi ini memicu peningkatan hormon stres seperti kortisol yang, jika berlangsung lama, bisa berdampak negatif pada kualitas tidur, konsentrasi, hingga stabilitas suasana hati.

“Ketika seseorang mengalami kesepian yang berkepanjangan, otak dapat tetap dalam keadaan kewaspadaan tinggi, yang menyebabkan peningkatan kadar hormon stres seperti kortisol,” ujarnya, dikutip dalam siaran Hindustan Times pada Kamis (25/6/2026),

Dampak jangka panjangnya tidak bisa dianggap remeh. Sejumlah studi mengungkap bahwa kesepian kronis berkaitan dengan perubahan pada struktur otak, khususnya di area yang mengatur emosi, memori, dan penalaran. Hal ini dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif, terutama pada kelompok usia lanjut.

Senada dengan itu, ahli neurologi dari Apollo Speciality Hospitals Chennai, Dr. Sreenivas UM, menyebut kesepian sebagai salah satu faktor risiko yang kini mulai diperhitungkan dalam kasus demensia.

“Studi-studi terbaru menunjukkan bahwa kesepian dapat menghasilkan perubahan struktural di otak, khususnya di wilayah yang terlibat dalam memori, penalaran, berpikir, dan pengambilan keputusan,” jelasnya.

Lebih jauh, isolasi sosial juga dapat memperburuk kondisi pasien dengan gangguan neurologis seperti stroke, epilepsi, penyakit Parkinson, hingga multiple sclerosis. Minimnya interaksi sosial dinilai dapat memperlambat proses pemulihan sekaligus meningkatkan risiko kambuh.

Menariknya, penelitian pencitraan otak menunjukkan bahwa area otak yang aktif saat seseorang merasa kesepian mirip dengan area yang terlibat saat merasakan nyeri fisik. Hal ini memperkuat anggapan bahwa “sakit hati” bukan sekadar istilah kiasan, melainkan memiliki dasar ilmiah.

Selain itu, kesepian juga dapat mengganggu sistem penghargaan otak, sehingga interaksi sosial terasa kurang menyenangkan. Kondisi ini berpotensi menciptakan lingkaran setan, di mana individu semakin menarik diri dan memperburuk isolasi yang dialami.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa kesepian bukan kondisi permanen. Otak memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan memperbaiki diri, selama individu mau mengambil langkah untuk mengubah pola hidup.

Membangun hubungan sosial yang sehat, aktif dalam komunitas, menekuni hobi, serta rutin berolahraga menjadi beberapa cara efektif untuk menjaga kesehatan otak. Interaksi sederhana seperti berbincang dengan teman atau keluarga pun dapat memberikan stimulasi positif bagi fungsi kognitif.

“Hubungan sosial bagi otak sama pentingnya dengan olahraga bagi tubuh,” kata Dr. Bahrani.

Dengan meningkatnya kesadaran akan dampak kesepian terhadap kesehatan otak, penting bagi setiap individu untuk lebih peduli terhadap kualitas hubungan sosialnya. Upaya sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi kunci untuk menjaga kesehatan mental sekaligus mencegah penurunan fungsi otak di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |