
Ilustrasi Kekeringan - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Cuaca panas ekstrem yang melanda Indonesia selama musim kemarau 2026 menjadi perhatian serius kalangan medis. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua untuk lebih waspada terhadap risiko gangguan kesehatan pada anak, terutama ancaman heat stroke yang dapat berakibat fatal.
Ketua Satuan Tugas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim IDAI, Darmawan Budi Setyanto, menekankan pentingnya pengaturan aktivitas anak, khususnya yang dilakukan di luar ruangan. Hal ini menjadi krusial seiring meningkatnya suhu udara akibat fenomena El Nino yang bahkan disebut-sebut berpotensi mencapai skala ekstrem atau “Godzilla”.
Menurut Darmawan, anak-anak tetap menjalani aktivitas harian seperti sekolah dan bermain, yang sering kali tidak bisa dihindarkan dari paparan panas matahari langsung. Kondisi ini meningkatkan risiko dehidrasi hingga gangguan sistem pengatur suhu tubuh.
Ia menjelaskan, heat stroke merupakan kondisi ketika suhu tubuh meningkat drastis hingga di atas 40 derajat Celsius dan sistem pendingin alami tubuh tidak mampu bekerja optimal. Dalam situasi ini, anak bisa mengalami kulit panas tanpa keringat, lemas, hingga gangguan kesadaran.
Salah satu langkah paling sederhana namun sering diabaikan adalah kebiasaan minum air. Darmawan menegaskan bahwa anak perlu dibiasakan minum secara rutin, bukan menunggu rasa haus.
“Anak sering kali tidak merasa haus, padahal tubuhnya tetap membutuhkan cairan untuk menjaga metabolisme dan stabilitas suhu,” ujarnya dikutip dari Antara, Selasa (19/5/2026).
Ia juga menyarankan agar anak selalu membawa bekal air minum saat beraktivitas. Selain itu, orang tua diminta mulai mengubah kebiasaan dengan tidak terlalu mendorong konsumsi minuman dingin yang justru kurang baik jika berlebihan.
“Kita perlu mengubah pola pikir, dari ‘dingin lebih nikmat’ menjadi ‘hangat lebih sehat dan bermanfaat’,” katanya.
Tak hanya soal cairan, perlindungan fisik juga penting. Penggunaan topi atau pelindung kepala saat berada di luar ruangan dinilai efektif untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung.
Lebih jauh, orang tua juga diimbau mengenali tanda-tanda awal heat stroke agar dapat segera melakukan penanganan. Respons cepat sangat penting untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.
Dengan meningkatnya intensitas panas akibat perubahan iklim, peran orang tua menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan anak. Pencegahan sederhana seperti cukup minum, mengatur aktivitas, dan perlindungan dari panas bisa menjadi langkah penyelamat di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































