Mas Jos Ubah Wajah Tegalpanggung, Sampah Berkurang Signifikan

3 hours ago 5

Mas Jos Ubah Wajah Tegalpanggung, Sampah Berkurang Signifikan

Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, JOGJA—Program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) mulai menunjukkan dampak nyata di Kelurahan Tegalpanggung, Kemantren Danurejan. Volume sampah di kawasan tersebut diklaim menurun drastis sejak program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang digagas Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, diterapkan secara intensif hingga tingkat rumah tangga.

Perubahan pola pengelolaan sampah disebut semakin terasa setelah masa darurat sampah diberlakukan. Pengawasan lingkungan diperketat, sementara gerakan pemilahan sampah dari sumber terus digencarkan kepada warga di seluruh wilayah Tegalpanggung.

Koordinator Bank Sampah Kelurahan Tegalpanggung, Sri Sulastri, mengatakan pengurangan volume sampah terjadi cukup besar dibanding sebelumnya. Ia menilai pengawasan langsung dari Wali Kota Jogja ikut mendorong kedisiplinan warga dalam mengelola sampah rumah tangga.

“Wah banyak. Banyak sekali pengurangannya. Pak Wali Kota itu bagus, iya dengan adanya darurat itu kan sidak terus toh. Malam pun sidak,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

38 Transporter Layani 16 RW

Pengelolaan sampah di Tegalpanggung kini ditopang sistem transporter yang lebih tertata. Sebanyak 38 transporter dikerahkan untuk melayani pengangkutan sampah dari 16 RW di wilayah tersebut.

Seluruh data transporter tercatat di kelurahan guna mempermudah pengawasan, distribusi, dan pengendalian alur pengelolaan sampah.

Selain itu, warga juga didorong memilah sampah sejak dari rumah masing-masing. Setiap rumah tangga dibekali dua wadah berbeda untuk memisahkan sampah organik matang dan organik mentah sebelum diangkut petugas.

“Setiap dua hari sekali itu sama transporter diambil, dikumpulkan, dibawa ke kelurahan. Di sini ada petugas juru pilah sampah,” kata dia.

Bank Sampah Aktif dan Sistem Makin Tertata

Di tingkat kelurahan, proses pemilahan dilakukan petugas khusus sebelum sampah didistribusikan ke sejumlah titik pembuangan resmi. Skema tersebut membuat alur pengelolaan sampah menjadi lebih terstruktur dibanding pola sebelumnya.

Dari total 16 bank sampah yang ada di Tegalpanggung, hampir seluruhnya masih aktif beroperasi. Hanya satu bank sampah yang mengalami mati suri karena keterbatasan pengurus.

Meski demikian, pelaksanaan program Mas Jos tetap berjalan di seluruh wilayah kelurahan melalui keterlibatan warga dan pengurus lingkungan setempat.

Sampah Organik Dimanfaatkan untuk Biopori dan Peternakan

Untuk pengelolaan sampah organik, warga memanfaatkan sistem biopori serta kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk peternak. Skema tersebut dinilai cukup membantu mengurangi volume sampah yang harus dibuang keluar wilayah.

Di sisi lain, persoalan sampah liar masih ditemukan di beberapa titik kawasan permukiman. Namun, koordinasi antara warga, kelurahan, dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Mas Jos membuat penanganan sampah liar dapat dilakukan lebih cepat.

“Kalau ada yang liar itu lapor, nanti langsung diambil,” ujarnya.

Dengan sistem pengelolaan yang semakin tertata dan partisipasi masyarakat yang terus meningkat, Kelurahan Tegalpanggung kini menjadi salah satu contoh penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berjalan aktif di Kota Jogja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |