Jumali Jum'at, 10 Juli 2026 16:17 WIB

Spanyol vs Belgia/Instagram: belgianreddevils
Harianjogja.com, JOGJA—Dua kekuatan besar sepak bola Eropa akan bertarung mati-matian di Los Angeles Stadium pada Sabtu (11/7/2026) pukul 02.00 WIB, memperebutkan satu tiket semifinal Piala Dunia 2026. Spanyol dan Belgia datang dengan peta jalan yang sangat berbeda menuju babak perempat final, menjadikan duel ini salah satu yang paling dinanti di seluruh turnamen. Bagi masyarakat awam yang mungkin hanya sekadar penggemar sepak bola, pertarungan ini menyajikan drama taktik yang menarik: antara penguasaan bola mati-matian Spanyol melawan kecepatan mematikan Belgia di lini depan.
Spanyol tampil sangat solid sepanjang turnamen. Mereka memastikan tempat di perempat final setelah menyingkirkan Portugal dengan skor tipis 1-0 pada babak 16 besar. Gol tunggal Mikel Merino melalui sundulan menjadi penentu kemenangan dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Hingga memasuki babak delapan besar, Spanyol belum sekalipun kebobolan dalam lima pertandingan di Piala Dunia 2026.
Rekor pertahanan sempurna ini menjadi kebanggaan La Furia Roja dan ancaman serius bagi lini serang Belgia. Tim asuhan Luis de la Fuente dikenal mengandalkan penguasaan bola untuk mengontrol jalannya laga, tetapi juga mampu bermain lebih cepat saat menemukan celah di pertahanan lawan. Keseimbangan permainan menjadi kekuatan utama. Rodri dan Pedri mengendalikan tempo dari lini tengah, sementara Lamine Yamal, Nico Williams, dan Mikel Oyarzabal terus memberikan ancaman di lini depan.
Di sisi lain, perjalanan Belgia menuju perempat final tidak semulus calon lawannya. Mereka sempat melalui fase grup dengan tiga hasil imbang sebelum akhirnya memperlihatkan permainan terbaik pada babak 16 besar. Belgia tampil dominan saat mengalahkan Amerika Serikat dengan skor 4-1. Hasil tersebut menjadi modal berharga untuk menghadapi Spanyol.
Di lini depan, Romelu Lukaku masih menjadi andalan setelah mengoleksi tiga gol sepanjang turnamen. Namun, ancaman Belgia tidak hanya berasal dari Lukaku. Charles De Ketelaere juga tampil tajam setelah mencetak dua gol ke gawang Amerika Serikat. Kombinasi ketajaman lini serang dan kecepatan pemain sayap seperti Jeremy Doku dan Leandro Trossard membuat Belgia berpotensi memberikan tekanan besar kepada pertahanan Spanyol yang sejauh ini belum pernah kebobolan. Belgia diperkirakan akan mengandalkan serangan balik cepat untuk memanfaatkan ruang ketika Spanyol kehilangan bola.
Dengan karakter permainan yang sangat kontras, duel ini diprediksi berlangsung sengit dan menarik sejak menit awal. Spanyol berpeluang besar melangkah lebih jauh sekaligus menjaga peluang meraih gelar Piala Dunia kedua jika mampu mempertahankan rekor kebobolan mereka.
Namun, Belgia dengan kepercayaan diri tinggi setelah kemenangan telak atas AS siap memberikan kejutan. Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, laga ini bisa menjadi tontonan edukatif tentang bagaimana dua filosofi permainan yang berbeda—tiki-taka Spanyol versus serangan balik kilat Belgia—bertarung di panggung terbesar dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































