Iran Tegaskan Gencatan Senjata dengan AS Berlaku hingga Lebanon

3 hours ago 4

Iran Tegaskan Gencatan Senjata dengan AS Berlaku hingga Lebanon

Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik

Harianjogja.com, TEHERAN—Pemerintah Iran menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat berlaku di seluruh kawasan yang terkait konflik, termasuk Lebanon. Teheran juga memperingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut akan membawa konsekuensi yang menjadi tanggung jawab Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan itu disampaikan ketika ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat menyusul serangan udara terbaru Israel ke Beirut, Lebanon, yang dilakukan meskipun kesepakatan penghentian konflik telah diberlakukan beberapa waktu lalu.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui unggahan di akun X pada Senin (1/6/2026), menegaskan bahwa ruang lingkup gencatan senjata tidak terbatas pada satu wilayah tertentu.

“Untuk perhatian segera: Gencatan senjata antara Iran dan AS secara tegas merupakan gencatan senjata di semua lini, termasuk di Lebanon. Pelanggaran di satu lini merupakan pelanggaran gencatan senjata di semua lini,” tulis Araghchi.

Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat dan Israel harus bertanggung jawab apabila terjadi pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah dicapai.

"AS dan Israel bertanggung jawab atas konsekuensi dari setiap pelanggaran," ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, juga menyampaikan peringatan bahwa Teheran tidak akan ragu memberikan dukungan kepada Lebanon jika kembali menghadapi tindakan yang dianggap sebagai agresi ilegal dari Israel.

Pernyataan tersebut muncul setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan militer Israel melancarkan serangan udara ke Beirut pada Senin. Langkah itu dinilai sebagai eskalasi terbaru di tengah berlakunya gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat sejak 17 April 2026.

Situasi keamanan di Timur Tengah terus menjadi sorotan internasional sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari 2026. Konflik tersebut kemudian memicu respons militer dari Teheran yang menargetkan wilayah Israel dan sejumlah sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Selain melancarkan serangan balasan, Iran juga mengambil langkah strategis dengan menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang menjadi salah satu pusat distribusi energi dunia.

Upaya penghentian konflik sempat menghasilkan kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad belum berhasil menghasilkan kesepakatan permanen yang dapat meredakan ketegangan secara menyeluruh.

Dalam perkembangan terbaru, perhatian dunia internasional masih tertuju pada implementasi gencatan senjata Iran-AS dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan, terutama setelah meningkatnya aktivitas militer di Lebanon yang berpotensi memengaruhi situasi keamanan Timur Tengah secara lebih luas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |