Iran Siapkan Zona Maritim Terbatas Baru di Luar Selat Hormuz

10 hours ago 5

Newswire

Newswire Senin, 07 September 2026 08:47 WIB

Iran Siapkan Zona Maritim Terbatas Baru di Luar Selat Hormuz

Kapal-kapal komersial dan tanker minyak yang bersiap melintasi Selat Hormuz—salah satu jalur perairan strategis paling krusial bagi arus perdagangan global—masih menunggu di Teluk Oman pada 17 Juni 2026. Antara/Shady Alassar - Andolu Agency

Harianjogja.com, ISTANBUL— Iran berencana menetapkan zona maritim “terbatas” baru di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang. Setiap kapal yang memasuki kawasan tersebut akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi, menurut pejabat keamanan Iran, Minggu.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan zona baru tersebut akan dimulai dari garis blokade Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan membentang ke sejumlah wilayah di Teluk.

Pernyataan itu disampaikan Rezaei dalam wawancara televisi yang dilaporkan televisi pemerintah Iran Press TV.

“Setiap kapal yang memasuki zona baru ini akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi,” kata Rezaei.

Iran-Oman Siapkan Koridor Baru

Rezaei juga mengatakan Iran dan Oman akan menandatangani kesepakatan dalam beberapa hari mendatang terkait koridor baru melalui Selat Hormuz.

Dalam rencana tersebut, titik masuk dan keluarnya koridor berada di bawah kendali Iran.

Rezaei menegaskan Selat Hormuz “sepenuhnya ditutup dan berada di bawah kendali angkatan bersenjata”. Ia sekaligus menyebut pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan jalur strategis tersebut masih terbuka sebagai “kebohongan besar”.

Menurut Rezaei, sebelum Iran menutup Selat Hormuz, lebih dari 100 kapal yang mengangkut lebih dari 100 juta ton kargo melintasi jalur tersebut setiap hari.

Kini, menurut dia, hanya tujuh atau delapan kapal yang membawa kebutuhan pokok untuk Iran yang melintas.

“Amerika berusaha menyelundupkan lima hingga enam kapal dengan biaya besar, tetapi kapal-kapal ini biasanya diserang,” ujarnya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Iran Klaim Tak Menenggelamkan Kapal

Rezaei mengatakan Iran memutuskan untuk tidak menenggelamkan kapal-kapal tersebut karena kapal itu membawa minyak.

Menurutnya, tindakan tersebut dapat merusak lingkungan kawasan.

Dalam pernyataan lainnya, Rezaei mengklaim Iran berhasil menguji rudal antikapal baru di atas kapal Angkatan Laut AS sekitar 48 jam sebelumnya.

“Untuk pertama kalinya, kami menguji rudal antikapal kami di atas kapal perang Amerika,” kata Rezaei.

“Rudal khusus ini membuat Amerika seperti berada di neraka, dan mereka melarikan diri,” tambahnya tanpa menyebut nama kapal ataupun lokasi pengujian.

Iran Bantah Blokade Picu Kelaparan

Secara terpisah, Rezaei membantah klaim bahwa blokade ekonomi AS menyebabkan kelaparan meluas di Iran.

“Klaim bahwa blokade ekonomi AS menyebabkan kelaparan besar di Iran adalah kebohongan besar,” kata Rezaei kepada penyiar pemerintah Iran IRIB.

Ia mengatakan pemerintah Iran telah lama mempersiapkan diri menghadapi kondisi tersebut. Pemerintah, menurut dia, memiliki persediaan makanan serta kebutuhan pokok yang mencukupi.

Ketegangan Iran-AS Terus Berlangsung

Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.

Teheran kemudian merespons dengan serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap Israel serta kepentingan AS di berbagai wilayah kawasan.

Pada Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan dan Qatar. Kesepakatan tersebut memuat langkah-langkah untuk mengakhiri permusuhan, membuka kembali Selat Hormuz, serta mengatasi pembatasan ekonomi.

Namun, kedua pihak kemudian saling menuduh tidak memenuhi komitmen dalam nota tersebut.

Ketegangan militer pun terus berlangsung di tengah perselisihan mengenai sanksi dan pelayaran melalui Selat Hormuz.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |