BNPB Siapkan OMC untuk Luruhkan Abu Vulkanik Anak Krakatau

2 hours ago 3

Newswire

Newswire Senin, 07 September 2026 15:27 WIB

BNPB Siapkan OMC untuk Luruhkan Abu Vulkanik Anak Krakatau

Foto ilustrasi hujan ringan. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Operasi tersebut ditujukan untuk mendatangkan hujan yang diharapkan dapat membantu meluruhkan abu vulkanik yang masih mengganggu aktivitas masyarakat dan penerbangan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau telah menurun. Namun, sebaran abu vulkanik masih terjadi sejak hari sebelumnya hingga Senin (7/9/2026) pagi.

“Kemudian untuk sebaran abu vulkanik, dari mulai kemarin, terus sampai malam, sampai pagi ini masih ada,” kata Suharyanto di Jakarta, Senin.

Penerbangan OMC Sempat Terganggu

Suharyanto menjelaskan sebaran abu vulkanik sebelumnya turut menyebabkan sejumlah penerbangan di Jakarta, Lampung, dan Jawa Barat mengalami gangguan. Kondisi tersebut membuat pesawat yang akan digunakan untuk OMC belum dapat diberangkatkan dari sejumlah bandara.

BNPB kemudian menyiapkan alternatif dengan menerbangkan pesawat OMC dari Bandara Kertajati di Majalengka. Langkah itu dilakukan setelah bandara tersebut kembali dapat digunakan.

“Hari ini, Alhamdulillah, sudah bisa karena Kertajati di Majalengka sudah kebuka. Jadi kita mungkin nanti dari situ,” kata Suharyanto.

Selain Kertajati, BNPB memindahkan pesawat TMC dari Kalimantan ke Semarang. Pesawat tersebut disiapkan sebagai alternatif apabila kondisi penerbangan di wilayah DKI Jakarta, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan masih terganggu.

“Nah nanti kalau memang di wilayah DKI, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, enggak bisa kebuka, kita akan melaksanakan OMC-nya dari Jawa Tengah, dari Semarang,” kata Suharyanto.

Operasi modifikasi cuaca tersebut diarahkan untuk menghasilkan hujan yang dapat membantu meluruhkan abu vulkanik. Dengan begitu, dampak abu terhadap aktivitas masyarakat maupun penerbangan diharapkan dapat dikurangi.

“Mudah-mudahan hari ini, besok, sehingga bisa meluruhkan abu vulkanik yang sekarang mengganggu kehidupan kita,” ujar Suharyanto.

Menurut Suharyanto, hujan buatan menjadi salah satu upaya yang disiapkan pemerintah untuk mempercepat peluruhan abu vulkanik. Pelaksanaan OMC tetap bergantung pada kondisi penerbangan dan cuaca yang memungkinkan operasi tersebut dilakukan.

Aktivitas Anak Krakatau Masih Dipantau

Sementara itu, Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Senin, menjelaskan episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB.

Setelah episode erupsi menerus tersebut berakhir, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan pola letusan ringan. Pola tersebut merupakan karakteristik Gunung Anak Krakatau yang berada di Provinsi Lampung.

Meski episode erupsi menerus telah selesai, Lana menyampaikan hasil pemantauan instrumental pada periode 6-7 September 2026 masih menunjukkan dinamika kegempaan yang tinggi.

Berdasarkan hasil pengamatan, tercatat tiga kali gempa erupsi, sembilan kali gempa hembusan, 93 kali gempa low frequency, 98 kali gempa hibrid/fase banyak, empat kali gempa tremor menerus, serta satu kali gempa vulkanik dangkal.

Kondisi tersebut membuat tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Badan Geologi menilai potensi terjadinya letusan dalam beberapa periode ke depan masih cukup tinggi.

Karena itu, masyarakat, wisatawan, dan pendaki diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Selain menjauhi kawasan tersebut, masyarakat yang terdampak abu vulkanik juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah. Masyarakat juga disarankan menggunakan masker untuk mencegah gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |