Abrasi Pantai Cangkring Bantul Putuskan Akses ke Tanggul Tirto

1 hour ago 2

Abrasi Pantai Cangkring Bantul Putuskan Akses ke Tanggul Tirto

Abrasi membuat jalan penghubung Pantai Cangkring dan Tanggul Tirto Bantul amblas hampir 10 meter. Warga memasang bambu sebagai pembatas. /Harian Jogja-Kiki Luqman.

Harianjogja.com, BANTUL—Abrasi kembali berdampak terhadap akses kawasan pantai di Bantul. Badan jalan penghubung Pantai Cangkring dan Pantai Tanggul Tirto di Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, amblas hingga akses langsung di antara kedua pantai tersebut kini terputus.

Jalan aspal yang berada di kawasan tepi pantai itu amblas sepanjang hampir 10 meter. Bagian jalan yang terdampak memiliki kedalaman sekitar lima meter dengan lebar lebih dari dua meter.

Amblasnya jalan diduga terjadi setelah gelombang pasang mengikis daratan di kawasan tersebut. Abrasi membuat tanah penopang badan jalan berkurang hingga akhirnya bagian jalan mengalami ambles.

Untuk mengantisipasi kecelakaan, warga memasang bambu di sekitar titik jalan yang amblas. Pembatas tersebut digunakan untuk mencegah kendaraan maupun wisatawan melintas di lokasi yang kondisinya membahayakan.

Jalan Pantai Cangkring Tak Bisa Dilalui

Salah satu petugas pemungut retribusi di Pantai Cangkring, Aris, mengatakan kondisi jalan tersebut membuat akses menuju Pantai Tanggul Tirto tidak lagi dapat dilalui. Peristiwa jalan amblas itu terjadi sekitar dua hari sebelum dirinya memberikan keterangan.

“Kejadiannya sekitar dua hari yang lalu,” ujarnya, Senin (7/9/2026).

Menurut Aris, abrasi di Pantai Cangkring bukan kali pertama terjadi. Namun, fenomena tersebut sebelumnya belum sampai membuat badan jalan amblas dan memutus jalur yang biasa dimanfaatkan warga serta wisatawan.

Jalan di tepi pantai tersebut memiliki fungsi bagi masyarakat sekitar. Selain menjadi jalur wisatawan yang hendak berpindah dari Pantai Cangkring menuju Pantai Tanggul Tirto atau sebaliknya, akses itu juga digunakan para petani untuk menuju lahan pertanian.

Putusnya jalan juga berdampak terhadap kendaraan wisata. Aris mengatakan sebuah kereta kelinci yang sempat berencana membawa wisatawan dari Pantai Cangkring menuju Pantai Tanggul Tirto terpaksa mengurungkan perjalanan.

“Kemarin ada kereta kelinci yang berencana ke Pantai Tanggul Tirto dari Pantai Cangkring namun harus putar balik karena jalan terputus,” tuturnya.

Meski jalur tepi pantai terputus, akses wisatawan menuju kedua pantai tersebut masih tersedia. Pengunjung dapat menggunakan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) untuk menuju Pantai Cangkring maupun Pantai Tanggul Tirto.

“Tidak terlalu mengganggu akses jalan sebenarnya karena wisatawan masih bisa menggunakan JJLS untuk menuju Pantai Cangkring dan Pantai Tanggul Tirto,” terangnya.

Jalan Berada di Sultan Ground

Sementara itu, Adyatama Kepariwisataan dan Efraf Ahli Muda Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo, mengatakan titik jalan yang amblas berada di wilayah tambak udang Indokor.

Markus mengaku Dispar Bantul tidak mengetahui pihak yang pertama kali membangun jalan tersebut. Namun, ia memastikan jalan yang kini amblas bukan dibangun oleh Dispar Bantul.

“Yang jelas Dinas Pariwisata tidak membangun jalan yang amblas tersebut. Sebelum JJLS selesai dibangun jalan tersebut sudah ada,” ungkapnya, Senin (7/9).

Mengenai kemungkinan pembangunan kembali jalan tersebut, Markus mengatakan belum dapat memastikan. Hal itu karena pembangunan akses tersebut bukan menjadi kewenangan Dispar Bantul.

Persoalan status lahan juga menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan jika jalan tersebut hendak dibangun kembali. Lokasi jalan berada di atas tanah Sultan Ground sehingga terdapat proses birokrasi yang perlu ditempuh.

“Ya mungkin kalau lokasi tersebut disewa oleh Indokor akan lebih mudah bagi Indokor membangun jalan yang amblas tersebut,” tuturnya.

Terlepas dari putusnya akses di tepi pantai, kegiatan wisata di Pantai Cangkring dan Pantai Tanggul Tirto tetap berjalan. Wisatawan masih dapat mengakses kedua objek wisata tersebut melalui JJLS sehingga jalan amblas akibat abrasi tidak sampai menutup akses utama menuju pantai.

Markus menambahkan titik jalan yang amblas juga berada cukup jauh dari lokasi penarikan retribusi wisata. Dengan kondisi tersebut, pelayanan wisata maupun aktivitas penarikan retribusi tidak terdampak secara signifikan.

“Tempat penarikan retribusi masuk objek wisata juga jauh dari lokasi jalan yang amblas tadi. Jadi tidak begitu masalah ketika jalan tersebut terputus akibat abrasi,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |