
Ilustrasi memilih nutrisi yang baik untuk anak.ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Di tengah maraknya pilihan produk nutrisi anak di pasaran, orang tua dituntut semakin cermat dalam menentukan pilihan. Tidak cukup hanya melihat klaim menarik di bagian depan kemasan, kebiasaan membaca komposisi menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas asupan si kecil.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menekankan bahwa pemenuhan nutrisi anak bukan hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas dan keseimbangan zat gizi sejak dini.
Menurutnya, periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fase krusial dalam menentukan tumbuh kembang anak, mulai dari pertumbuhan fisik, perkembangan otak, hingga sistem imun. Pada masa ini, anak membutuhkan asupan nutrisi yang lengkap, seperti energi, protein, lemak esensial, zat besi, zinc, vitamin, dan mineral.
“Orang tua tidak sebaiknya hanya fokus pada klaim di depan kemasan. Membaca komposisi secara menyeluruh memberikan gambaran lebih jelas tentang bahan utama dan kualitas produk,” ujar Prof. Rini, Kamis (9/7/2026)
Ia menjelaskan bahwa daftar komposisi pada kemasan mencerminkan kandungan bahan dalam produk, di mana bahan yang tercantum pertama biasanya memiliki jumlah paling dominan. Hal ini penting untuk membantu orang tua memahami apa yang sebenarnya dikonsumsi anak.
Selain itu, orang tua juga perlu memperhatikan jenis bahan dasar, khususnya pada produk berbasis susu. Produk yang menggunakan susu segar sebagai bahan utama umumnya melalui proses pengolahan yang lebih sederhana dibandingkan susu rekonstitusi atau rekombinasi yang berasal dari susu bubuk dan melalui tahapan tambahan.
Tak kalah penting, orang tua harus waspada terhadap kandungan gula tambahan. Gula bisa muncul dalam berbagai nama seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, hingga sirup jagung dan maltodekstrin. Paparan gula berlebih sejak dini tidak hanya meningkatkan risiko obesitas, tetapi juga dapat membentuk preferensi anak terhadap makanan manis.
“Anak yang terbiasa dengan rasa manis cenderung sulit menerima makanan alami seperti sayur dan buah,” jelasnya.
Untuk memudahkan, ada empat langkah sederhana yang bisa dilakukan orang tua saat membaca label nutrisi:
Pertama, perhatikan bahan yang tercantum paling awal sebagai indikator bahan utama.
Kedua, cermati jenis bahan dan sumbernya, termasuk proses pengolahan.
Ketiga, kenali berbagai bentuk gula tambahan dalam komposisi.
Keempat, padukan informasi komposisi dengan tabel nilai gizi agar mendapatkan gambaran menyeluruh.
Prof. Rini juga mengingatkan bahwa tidak ada satu produk yang dapat menggantikan pola makan sehat secara keseluruhan. Nutrisi terbaik tetap berasal dari variasi makanan bergizi seimbang yang dikombinasikan dengan pola makan dan lingkungan yang sehat.
Di sisi lain, Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada masa awal kehidupan. Penggunaan produk nutrisi tambahan sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak, serta dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Dengan membiasakan diri membaca komposisi, orang tua dapat lebih bijak dalam memilih produk nutrisi, sehingga tumbuh kembang anak dapat berlangsung optimal dan sesuai dengan kebutuhannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































