Inggris vs Kongo: The Three Lions Diuji Parkir Bus

3 hours ago 3

Jumali

Jumali Senin, 29 Juni 2026 23:07 WIB

 The Three Lions Diuji Parkir Bus

Inggris vs Kongo/Instagram: England


Harianjogja.com, JOGJA—Piala Dunia 2026 memasuki babak yang paling mendebarkan: fase gugur. Inggris, dengan status unggulan di atas kertas, akan menghadapi Republik Demokratik (RD) Kongo dalam laga babak 32 besar yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Rabu (1/7/2026) malam pukul 23.00 WIB.

Namun, jangan bayangkan pertandingan ini akan berjalan mudah bagi The Three Lions. Di hadapan mereka berdiri tim Afrika yang telah membuktikan diri sebagai tembok kokoh yang sulit ditembus sepanjang turnamen berlangsung—sebuah ujian sesungguhnya bagi lini serang Inggris yang selama ini diandalkan.

Apa yang membuat RD Kongo begitu istimewa? Mereka mencatat sejarah besar dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Ini bukan prestasi yang datang secara kebetulan. Di bawah asuhan pelatih asal Prancis, Sebastien Desabre, Kongo telah membangun organisasi permainan yang sangat matang—terbukti dengan 29 clean sheet dalam 57 pertandingan yang ia tangani. Di Piala Dunia kali ini, ia secara taktis meninggalkan formasi empat bek yang konvensional dan lebih memilih skema lima pemain bertahan untuk meredam agresivitas tim-tim besar. Strategi yang sering disebut "parkir bus" ini diperkirakan akan kembali diterapkan saat menghadapi Inggris.

Dominasi Inggris di Fase Grup

Inggris melangkah ke fase knockout dengan status juara Grup L. Tujuh poin berhasil dikumpulkan: kemenangan atas Kroasia dan Panama, serta satu hasil imbang tanpa gol melawan Ghana. Catatan ini cukup untuk membawa Harry Kane dan kawan-kawan finis di puncak klasemen. Produktivitas Kane dan Jude Bellingham yang mulai menemukan ritme permainan menjadi senjata utama Thomas Tuchel. Namun, tantangan sesungguhnya bagi lini serang Inggris adalah membongkar pertahanan Kongo yang terkenal sangat rapat dan disiplin. Kane dkk dipastikan harus berpikir keras dan kreatif untuk menembus pagar beton yang akan mereka hadapi.

Strategi "Parkir Bus" Kongo dan Ancaman Balik Cepat

Desabre diprediksi akan kembali menerapkan strategi yang sama: menumpuk pemain di area pertahanan sembari menunggu celah untuk melancarkan serangan balik cepat. Senjata utama mereka adalah duet Yoane Wissa dan Cedric Bakambu. Wissa sendiri tampil tajam sepanjang turnamen dengan torehan tiga dari empat gol timnya di fase grup—sebuah statistik yang menunjukkan bahwa Kongo bukan hanya bertahan, tetapi juga memiliki ketajaman untuk menghukum kelengahan lawan. Serangan balik cepat Kongo bisa menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Inggris yang sedang dilanda masalah cedera.

Kabar Baik dan Kabar Buruk untuk Inggris

Menjelang laga krusial ini, Thomas Tuchel mendapat kabar baik dengan kembalinya Declan Rice. Gelandang Arsenal tersebut berpeluang besar kembali menjadi starter setelah sebelumnya diistirahatkan akibat benturan pada betis. Kehadiran Rice sangat krusial untuk menjaga keseimbangan lini tengah bersama Jude Bellingham, sekaligus menjadi tameng bagi lini belakang yang rapuh.

Namun, sektor pertahanan Inggris masih menyisakan lubang yang mengkhawatirkan. Reece James masih berjuang pulih dari cedera hamstring, sementara Jarell Quansah juga belum dalam kondisi bugar sepenuhnya. "Tentu saja ini menjadi perhatian. Kami kembali kehilangan pemain di posisi tersebut. Reece James masih berpacu dengan waktu, begitu juga Jarell Quansah. Namun tugas kami adalah menemukan solusi dan kami akan melakukannya," ujar Tuchel dikutip dari The Sun. Kata-kata ini menunjukkan bahwa meskipun Inggris diunggulkan, mereka menghadapi masalah serius di lini belakang yang bisa dimanfaatkan oleh Kongo.

Prediksi Susunan Pemain

Inggris (4-3-3): Jordan Pickford; John Stones, Marc Guehi, (bek kanan dalam pemantauan); Declan Rice, Jude Bellingham, Elliot Anderson; Harry Kane.

RD Kongo (5-3-2): Chancel Mbemba (C); Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, Arthur Masuaku; Noah Sadiki, Ngal'ayel Mukau; Yoane Wissa, Cedric Bakambu.

Duel Taktik yang Menentukan

Pertandingan ini akan menjadi benturan antara dua filosofi yang sangat berbeda. Inggris dengan kekuatan individu dan kreativitas serangannya harus menghadapi Kongo dengan disiplin kolektif dan organisasi pertahanan yang sangat rapat. Kongo, dengan sejarah baru yang mereka raih, datang dengan kepercayaan diri tinggi dan tidak takut menghadapi tim sekelas Inggris. Mereka ingin membuktikan bahwa lolos ke fase gugur bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras dan strategi yang matang.

Sementara itu, Inggris harus membuktikan bahwa status unggulan mereka bukan sekadar prediksi di atas kertas. Thomas Tuchel dituntut untuk menemukan formula tepat dalam membongkar pertahanan rapat Kongo—tanpa mengorbankan keseimbangan tim. Satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal, dan Kongo akan menghukum dengan serangan balik cepat mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |