Indonesia Masuk 5 Besar Negara Paling Obesitas di ASEAN

3 hours ago 2

Jumali

Jumali Senin, 29 Juni 2026 23:27 WIB

Harianjogja.com, JOGJA— Indonesia tercatat berada di peringkat kelima negara dengan prevalensi obesitas tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Data terbaru dari World Obesity Federation's Global Obesity Observatory yang dipublikasikan Seasia Stats menunjukkan prevalensi obesitas di Indonesia mencapai 11,52%.

Angka tersebut menempatkan Indonesia di bawah Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Singapura. Temuan ini menjadi peringatan bahwa obesitas tidak lagi sekadar persoalan berat badan berlebih, tetapi telah berkembang menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang serius.

Berdasarkan data tersebut, Brunei Darussalam menjadi negara dengan tingkat obesitas tertinggi di ASEAN dengan prevalensi mencapai 32,09%. Posisi berikutnya ditempati Malaysia sebesar 22,41%, disusul Thailand 15,44%, dan Singapura 13,97%.

Sementara itu, Indonesia berada di posisi kelima dengan angka 11,52%, lebih tinggi dibandingkan Filipina yang mencatat 8,96%, Laos 8,32%, Myanmar 7,71%, Kamboja 4,50%, Timor-Leste 2,41%, dan Vietnam 2,04%.

Data tersebut menunjukkan bahwa sekitar 12 dari setiap 100 orang dewasa di Indonesia mengalami obesitas. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di banyak negara.

Obesitas diketahui berkaitan erat dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, stroke, hingga beberapa jenis kanker. Karena itu, para ahli kesehatan menilai pengendalian obesitas perlu menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Perubahan pola hidup masyarakat menjadi salah satu faktor yang disebut berkontribusi terhadap meningkatnya angka obesitas di kawasan ASEAN. Dalam beberapa dekade terakhir, konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak terus meningkat, sementara aktivitas fisik cenderung menurun.

Di Indonesia, fenomena tersebut terlihat dari semakin mudahnya akses terhadap makanan cepat saji, minuman berpemanis, dan berbagai makanan ultra-proses. Di sisi lain, urbanisasi dan perubahan pola kerja membuat banyak masyarakat menghabiskan waktu lebih lama dalam posisi duduk dan minim aktivitas fisik.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga mulai menghadapi risiko yang sama. Konsumsi makanan ringan kemasan dan minuman manis yang tinggi kalori tetapi rendah nilai gizi menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan berat badan sejak usia dini.

Untuk menekan angka obesitas, berbagai langkah pencegahan perlu dilakukan, mulai dari menerapkan pola makan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, mengurangi asupan gula dan lemak berlebih, hingga rutin berolahraga.

Selain peran individu, dukungan pemerintah melalui edukasi kesehatan, pelabelan informasi gizi yang jelas, serta pengawasan terhadap produk pangan olahan juga dinilai penting untuk mengendalikan tren obesitas yang terus meningkat.

World Obesity Federation menegaskan bahwa obesitas merupakan tantangan kesehatan global yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tanpa langkah pencegahan yang efektif, angka obesitas diperkirakan akan terus meningkat dan berdampak pada beban kesehatan maupun ekonomi di masa mendatang.

Daftar Negara ASEAN dengan Prevalensi Obesitas Tertinggi

  1. Brunei Darussalam: 32,09%
  2. Malaysia: 22,41%
  3. Thailand: 15,44%
  4. Singapura: 13,97%
  5. Indonesia: 11,52%
  6. Filipina: 8,96%
  7. Laos: 8,32%
  8. Myanmar: 7,71%
  9. Kamboja: 4,50%
  10. Timor-Leste: 2,41%
  11. Vietnam: 2,04%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |