
Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/3/2025). Antara /Sulthony Hasanuddin
Harianjogja.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (26/6/2026) sore, seiring tekanan dari bursa saham global dan regional Asia.
IHSG terkoreksi 102,91 poin atau 1,72% ke level 5.896,13. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga turun 4,03 poin atau 0,69% ke posisi 583,72.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mengatakan pelemahan IHSG dipicu sentimen negatif dari pasar global, khususnya koreksi yang terjadi di bursa Asia dan Eropa.
“IHSG ditutup melemah terimbas koreksi indeks bursa global,” ujarnya dalam riset harian.
Menurutnya, tekanan pasar dipengaruhi aksi jual pada saham sektor teknologi. Kondisi ini dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap lonjakan biaya infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
“Tekanan pada saham teknologi turut memicu penurunan harga komoditas logam, sehingga berdampak pada saham-saham terkait,” jelas Ratna.
Untuk perdagangan pekan depan, pelaku pasar diperkirakan akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik, seperti Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur, neraca perdagangan, hingga data inflasi.
“IHSG berpeluang menguji level support di kisaran 5.700 hingga 5.800 pada pekan depan,” ujarnya.
Sepanjang perdagangan, IHSG sempat dibuka menguat, namun kemudian bergerak ke zona merah hingga akhir sesi pertama. Pada sesi kedua, tekanan jual masih berlanjut hingga indeks ditutup di area negatif.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor mencatatkan penguatan, dipimpin sektor barang baku yang naik 2,49%. Disusul sektor barang konsumen nonprimer yang menguat 0,47% serta sektor transportasi dan logistik naik 0,29%.
Sebaliknya, enam sektor mengalami pelemahan. Sektor infrastruktur mencatat penurunan terdalam sebesar 1,96%, diikuti sektor keuangan turun 1,32% dan sektor kesehatan melemah 1,07%.
Adapun saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain BBRM, TRUS, ARTA, BHAT, dan RICY. Sementara saham dengan penurunan terdalam meliputi FUJI, CLPI, YUPI, GPSO, dan UVCR.
Aktivitas perdagangan terbilang cukup tinggi dengan frekuensi mencapai 1,52 juta kali transaksi. Sebanyak 19,11 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp12,72 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 130 saham menguat, 590 saham melemah, dan 239 saham stagnan.
Di kawasan Asia, mayoritas indeks saham juga ditutup melemah. Indeks Nikkei turun 4,09%, Hang Seng melemah 1,76%, Shanghai Composite turun 2,26%, serta Strait Times terkoreksi 0,52%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































