
Ilustrasi BBM/Ist. dok. Pertamina Patra Niaga
Harianjogja.com, JAKARTA— Institute for Essential Services Reform (IESR) mendukung rencana pemerintah mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap melalui percepatan elektrifikasi transportasi. Namun, kebijakan tersebut dinilai perlu dibarengi perlindungan bagi kelompok rentan serta penguatan ekosistem kendaraan listrik.
CEO IESR Fabby Tumiwa mengatakan pemberian insentif bagi motor listrik produksi dalam negeri dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil.
Menurutnya, elektrifikasi transportasi berpotensi memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan. Peralihan tersebut dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, meningkatkan kualitas udara perkotaan, serta mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional.
Meski demikian, Fabby mengingatkan transformasi sektor transportasi harus dilakukan secara adil dan terencana. Pengurangan subsidi BBM tidak boleh membuat masyarakat yang paling rentan justru menanggung beban lebih besar.
"Pengurangan subsidi BBM perlu berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap kelompok rentan agar perubahan kebijakan tidak menambah beban masyarakat yang paling terdampak," kata Fabby dalam keterangannya, dikutip Minggu (16/8/2026).
Transportasi Publik Perlu Diperkuat
IESR juga menilai peningkatan kualitas transportasi publik menjadi bagian penting dalam strategi mengurangi subsidi BBM. Ketersediaan transportasi publik yang memadai dapat memberikan alternatif mobilitas bagi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Selain transportasi publik, pemerintah perlu memperluas infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik. Menurut IESR, fasilitas pengisian daya harus tersedia secara merata agar penggunaan kendaraan listrik tidak hanya berkembang di wilayah tertentu.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah sumber listrik yang digunakan untuk mendukung elektrifikasi transportasi. Peralihan kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik dinilai belum memberikan manfaat lingkungan secara optimal apabila listrik yang digunakan masih didominasi sumber energi fosil.
Karena itu, Fabby menekankan pentingnya meningkatkan porsi energi bersih dalam sistem kelistrikan nasional.
"Tanpa dekarbonisasi sektor kelistrikan, manfaat penuh elektrifikasi transportasi tidak akan optimal," ujarnya.
Prabowo Siapkan Insentif 1 Juta Motor Listrik
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pemberian insentif untuk 1 juta unit sepeda motor listrik yang diproduksi di dalam negeri.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat elektrifikasi mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi subsidi BBM secara signifikan.
Prabowo menyebut kebijakan itu juga diarahkan untuk memperkuat industri kendaraan listrik nasional, termasuk rantai pasok yang mendukungnya.
Pemerintah sebelumnya telah mengembangkan ekosistem motor listrik nasional. Tahap berikutnya adalah memberikan insentif kepada produsen dalam negeri yang mampu memproduksi motor listrik tersebut.
"Selain itu, hari ini kita umumkan, kita akan berikan insentif untuk 1 juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh pengusaha Indonesia," kata Prabowo dalam pidato Nota Keuangan RAPBN 2027, Jumat (14/8/2026).
Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap penggunaan kendaraan listrik semakin luas. Di sisi lain, IESR mengingatkan bahwa percepatan elektrifikasi perlu dilakukan bersama dengan perlindungan masyarakat, penguatan transportasi publik, pemerataan infrastruktur pengisian daya, serta peningkatan penggunaan energi bersih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online







































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)

