Harga Dexlite Turun Rp3.000, Pertamax Turbo Justru Naik Mulai Juni

3 hours ago 4

Harga Dexlite Turun Rp3.000, Pertamax Turbo Justru Naik Mulai Juni

Petugas SPBU hendak melayani pembelian Pertamax Green 95. - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) mulai Senin (1/6/2026). Dalam perubahan terbaru ini, harga BBM non-subsidi jenis diesel mengalami penurunan cukup signifikan, sementara Pertamax Turbo justru mengalami kenaikan.

Penyesuaian harga tersebut berlaku untuk sejumlah produk BBM non-subsidi, termasuk Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax Turbo, dan avtur. Kebijakan ini diterapkan setelah perusahaan mempertimbangkan perkembangan harga energi global serta formula harga yang ditetapkan pemerintah.

Untuk BBM diesel, harga Pertamina Dex (CN 53) turun dari Rp27.900 menjadi Rp24.800 per liter. Sementara Dexlite (CN 51) mengalami penurunan dari Rp26.000 menjadi Rp23.000 per liter.

Di sisi lain, harga Pertamax Turbo (RON 98) naik dari Rp19.900 menjadi Rp20.750 per liter. Adapun Pertamax (RON 92) tetap bertahan di angka Rp12.300 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) masih dijual Rp12.900 per liter.

Sementara itu, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite (RON 90) tetap dibanderol Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi (Diesel CN48) tetap Rp6.800 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan dinamika harga energi global dan ketentuan formula harga yang berlaku.

"Penurunan harga Pertamina Dex, Dexlite, serta penyesuaian harga Pertamax Turbo dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika harga energi global serta parameter yang ditetapkan pemerintah melalui formula harga yang berlaku," ujar Roberth dalam keterangan resmi.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga untuk menghadirkan energi berkualitas dengan harga yang tetap kompetitif bagi masyarakat.

Roberth menjelaskan penetapan harga BBM non-subsidi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta daya beli konsumen. Khusus untuk sektor diesel, harga yang lebih rendah diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi nasional.

"Untuk sektor diesel, dengan harga yang lebih kompetitif, kami berharap dapat memberikan manfaat yang lebih luas terhadap stabilitas ekonomi nasional," katanya.

Harga Avtur Turun Hingga 10 Persen

Selain melakukan penyesuaian harga BBM, Pertamina Patra Niaga juga menurunkan harga avtur domestik mulai 1 Juni 2026. Penurunan tersebut mencapai sekitar 10 persen secara nasional dibandingkan periode Mei 2026.

Roberth menjelaskan kebijakan tersebut dipicu oleh melemahnya harga energi global sepanjang Mei 2026 yang tercermin pada penurunan harga referensi internasional bahan bakar penerbangan.

Penurunan harga avtur berlaku di seluruh bandar udara yang dilayani Pertamina Patra Niaga dengan besaran yang berbeda-beda sesuai formula harga serta faktor distribusi dan logistik di masing-masing wilayah.

Di Aviation Fuel Terminal (AFT) Soekarno-Hatta, harga avtur turun dari Rp24.580 menjadi Rp22.190 per liter. Sementara di AFT Ngurah Rai, harga avtur berkurang dari Rp26.190 menjadi Rp23.480 per liter. Adapun di AFT Kualanamu, harga avtur turun dari Rp25.720 menjadi Rp23.090 per liter.

Menurut Roberth, mekanisme penyesuaian harga avtur mengacu pada formula yang telah ditetapkan regulator, yakni Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dengan menggunakan rata-rata harga publikasi internasional dalam satu periode. Referensi utama yang digunakan adalah Mean of Platts Singapore (MOPS) Kerosene/Jet sebagai acuan kawasan.

"Penyesuaian harga Avtur ini dilakukan dengan mengacu pada formula yang ditetapkan regulator, dalam hal ini Kementerian ESDM, serta mempertimbangkan perkembangan harga energi global. Ketika harga energi global bergerak turun, maka penyesuaian tersebut akan terefleksikan pada harga Avtur sesuai mekanisme yang berlaku," ujar Roberth.

Ia menambahkan, harga avtur yang lebih kompetitif diharapkan mampu mendukung aktivitas penerbangan domestik, memperkuat sektor pariwisata, meningkatkan konektivitas antarwilayah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Penyesuaian harga ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas penerbangan domestik, mendukung pengembangan pariwisata nasional, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan harga yang lebih kompetitif, diharapkan industri penerbangan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," katanya.

Ke depan, Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar energi global dan berkoordinasi dengan pemerintah guna memastikan pasokan energi tetap andal, kompetitif, berkelanjutan, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |