Jumali Minggu, 28 Juni 2026 11:07 WIB

Bawang merah dan bawang putih. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Pantauan harga bahan pokok di pasar pada Minggu (28/6/2026) menunjukkan dinamika yang cukup dinamis. Merujuk pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional besutan Bank Indonesia, masyarakat perlu waspada karena banderol sejumlah komoditas strategis, mulai dari bumbu dapur hingga protein hewani, masih bertengger di angka yang cukup menguras kantong rumah tangga.
Komoditas cabai saat ini menjadi penyumbang lonjakan harga paling mencolok di sektor bumbu dapur. Cabai rawit merah kini dipatok seharga Rp69.750 per kilogram. Tidak jauh berbeda, harga cabai merah besar dan cabai merah keriting masing-masing menyentuh angka Rp53.100 per kg dan Rp53.500 per kg, sedangkan cabai rawit hijau juga masih bertahan mahal di kisaran Rp51.900 per kg.
Di sisi lain, pergerakan harga bawang merah dan bawang putih juga menjadi sorotan tajam karena dampaknya yang signifikan terhadap inflasi pangan bulanan. Saat ini, bawang merah dibanderol Rp50.950 per kg dan bawang putih berada di level Rp43.600 per kg.
Bergeser ke sektor protein hewani, daging sapi kualitas I dan II masih dijual dengan harga tinggi, yakni Rp149.200 per kg dan Rp140.200 per kg. Sebagai alternatif konsumsi yang lebih terjangkau, masyarakat kini beralih ke daging ayam ras segar, meski harganya pun mengalami kenaikan menjadi Rp37.200 per kg.
Sementara itu, komoditas pelengkap seperti gula pasir premium dijual stabil di harga Rp20.300 per kg dan gula lokal Rp19.750 per kg. Untuk minyak goreng curah, harga saat ini ada di angka Rp20.550 per liter, sementara minyak goreng kemasan merek I dan II dibanderol Rp24.200 serta Rp23.350 per liter. Pada sektor beras, harga kualitas bawah I dan II kompak berada di angka Rp14.600 per kg. Untuk beras kualitas medium hingga super, banderolnya bergerak di kisaran Rp16.100 hingga Rp17.600 per kg.
Kondisi fluktuatif ini menuntut masyarakat agar lebih bijak dalam mengatur anggaran belanja dapur. Di sisi lain, peran pemerintah sangat dinantikan untuk terus menjaga stabilitas suplai dan distribusi barang guna menekan potensi lonjakan harga lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































