Haji 2026 Lancar, Bakom RI: Diupayakan Waktu Tunggu Lebih Singkat

4 hours ago 4

 Diupayakan Waktu Tunggu Lebih Singkat

Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari. /Instagram-Bakom RI.

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menilai pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi berjalan sukses, dengan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, aman, dan tertib, sekaligus membuka target baru untuk memangkas masa tunggu jamaah pada tahun-tahun mendatang.

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini menjadi capaian penting bagi Indonesia dalam pengelolaan layanan keagamaan berskala besar.

“Alhamdulillah, amanah besar ini berhasil kita selenggarakan dengan sangat baik,” kata Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dikutip dari siaran resmi di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan haji 2026 juga mencatat sejarah baru, karena untuk pertama kalinya seluruh proses penyelenggaraan dikelola secara penuh oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang baru dibentuk pada 2025.

Hingga saat ini, sebanyak 220.247 jamaah haji reguler asal Indonesia telah menunaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, dan kini sedang dalam proses pemulangan ke tanah air secara bertahap, dengan kloter terakhir dijadwalkan tiba pada 1 Juli mendatang.

Qodari menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai terobosan yang dilakukan sejak tahap persiapan sebelum keberangkatan jamaah.

Pemerintah melakukan optimalisasi layanan mulai dari percepatan pengurusan visa, distribusi Kartu Nusuk sejak di Indonesia, hingga penyediaan fasilitas jalur cepat keimigrasian atau fast track (Makkah Route) di bandara Jeddah dan Madinah.

Selain itu, peningkatan kualitas akomodasi, kepastian layanan konsumsi, serta kenyamanan transportasi jamaah juga menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini.

Salah satu jamaah lansia berusia 75 tahun asal Jakarta, M. Arsad, menyampaikan bahwa pelayanan petugas haji di lapangan berjalan dengan baik, penuh kepedulian, serta responsif dalam memantau kondisi kesehatan jamaah.

“Alhamdulillah, satu kehormatan yang tak bisa dibayar,” kata Arsad yang merupakan jamaah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Ar-Risalah Jakarta, setelah menanti antrean keberangkatan selama 12 tahun.

Apresiasi serupa juga disampaikan Syaiful, jamaah asal Jakarta Timur, yang menyoroti fasilitas konsumsi selama berada di Mina, termasuk tersedianya layanan tambahan seperti es krim bagi jamaah.

Menanggapi berbagai apresiasi tersebut, Qodari menegaskan bahwa pemerintah akan terus memprioritaskan kenyamanan, ketertiban, dan kebahagiaan jamaah dalam setiap penyelenggaraan ibadah haji ke depan.

Meski dinilai sukses, Presiden RI Prabowo Subianto tetap mengingatkan jajaran kementerian dan lembaga terkait untuk tidak berpuas diri, serta mendorong adanya evaluasi berkelanjutan.

Pemerintah sebelumnya telah berhasil memangkas masa tunggu haji dari sekitar 47 tahun menjadi rata-rata 26 tahun, dan kini diminta untuk menyusun strategi jangka panjang agar waktu tunggu tersebut dapat kembali dipersingkat melalui berbagai alternatif kebijakan yang lebih efektif.

“Kami optimistis penyelenggaraan ibadah haji ke depan akan semakin baik, semakin nyaman, dan semakin membawa berkah bagi bangsa kita,” tutur Qodari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |