Hacker Rusia Diduga Retas Jaguar Land Rover, Kerugian Capai Rp44 T

5 hours ago 2

Hacker Rusia Diduga Retas Jaguar Land Rover, Kerugian Capai Rp44 T

Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar. /jaguarlandrover.id

Harianjogja.com, JAKARTA—Investigasi terhadap serangan siber yang melumpuhkan operasional produsen otomotif Jaguar Land Rover (JLR) mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok peretas asal Rusia. Insiden yang berdampak pada terhentinya rantai produksi selama berbulan-bulan itu disebut menimbulkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar Amerika Serikat serta memaksa Pemerintah Inggris menggelontorkan dana talangan.

Temuan terbaru tersebut mencuat setelah proses investigasi yang melibatkan sejumlah lembaga keamanan siber dan aparat penegak hukum internasional. Meski identitas kelompok peretas mulai terungkap, otoritas hingga kini belum memastikan apakah aksi tersebut berkaitan langsung dengan pemerintah Rusia atau dilakukan oleh kelompok kriminal siber yang beroperasi secara independen.

Berdasarkan laporan TechCrunch, Sabtu (27/6/2026), serangan siber terhadap Jaguar Land Rover menyebabkan aktivitas manufaktur perusahaan terganggu selama beberapa bulan. Dampaknya tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga memengaruhi perekonomian Inggris.

Pemerintah Inggris bahkan dikabarkan menyalurkan dana talangan (bailout) sebesar 1,5 miliar poundsterling atau sekitar US$2 miliar. Sementara itu, total kerugian ekonomi akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai US$2,5 miliar.

Laporan tersebut menyebutkan, setelah sebelumnya hanya menjadi spekulasi, sumber yang mengetahui jalannya penyelidikan kini mengungkap bahwa pelaku utama diduga merupakan kelompok peretas yang berbasis di Rusia.

Meski demikian, aparat keamanan belum dapat memastikan apakah kelompok tersebut bertindak atas perintah langsung pemerintahan Presiden Vladimir Putin, merupakan organisasi kriminal murni, atau bergerak secara independen dengan persetujuan tersirat dari pihak Kremlin.

Investigasi Libatkan FBI hingga Google

Pengungkapan identitas pelaku bermula ketika tim keamanan siber Microsoft mendeteksi aktivitas kelompok peretas tersebut. Temuan itu kemudian disampaikan kepada manajemen Jaguar Land Rover sebagai peringatan dini untuk mengantisipasi serangan yang sedang berlangsung.

Proses penyelidikan selanjutnya berkembang menjadi operasi lintas negara yang melibatkan sejumlah institusi, antara lain FBI, National Crime Agency (NCA), National Cyber Security Centre (NCSC) Inggris, Mandiant milik Google, hingga Palo Alto Networks.

Kolaborasi berbagai lembaga tersebut dilakukan untuk menelusuri jejak digital para pelaku, mengidentifikasi metode serangan, serta memperkuat bukti forensik dalam penyelidikan kasus peretasan Jaguar Land Rover.

Ditemukan Peretas Lain dari Yordania

Di tengah proses investigasi, tim forensik digital juga menemukan fakta lain yang dinilai cukup tidak biasa. Sistem internal Jaguar Land Rover ternyata tidak hanya menjadi sasaran satu kelompok peretas.

Peneliti mendeteksi adanya akses ilegal lain yang dilakukan oleh aktor ancaman siber independen asal Yordania dengan nama samaran "Rey". Temuan tersebut menunjukkan bahwa jaringan Jaguar Land Rover sempat menjadi target lebih dari satu pelaku dengan aktivitas yang berlangsung secara terpisah. Informasi mengenai keterlibatan berbagai aktor siber itu masih terus didalami oleh tim investigasi guna memastikan peran masing-masing pihak dalam insiden peretasan yang menyebabkan terganggunya operasional perusahaan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |