Newswire Senin, 07 September 2026 10:07 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT erupsi dua kali pada Senin 7 September 2026, dengan kolom abu setinggi 600 meter./Antara\r\n\r\n
Harianjogja.com, LEMBATA—Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami dua kali erupsi pada Senin (7/9/2026) pagi. Dalam dua letusan tersebut, kolom abu vulkanis teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak.
Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok Stanislaus Ara Kian dalam laporan yang diterima di Kupang, Senin, mengatakan erupsi pertama terjadi pukul 05.41 Wita.
Kolom abu dari letusan pertama mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara serta barat daya.
Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung sekitar 42 detik. Letusan pertama juga disertai suara dentuman dengan intensitas sedang.
Erupsi Kedua Terjadi Pukul 06.15 Wita
Aktivitas vulkanik kembali terjadi sekitar 34 menit kemudian. Erupsi kedua Gunung Ile Lewotolok tercatat pada pukul 06.15 Wita dengan tinggi kolom abu kembali mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut.
Pada letusan kedua, kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya. Aktivitas tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar satu menit enam detik.
"Letusan kedua disertai dentuman dengan intensitas lemah," ujarnya dilansir dari Antara, Senin (7/9/2026).
Gunung Ile Lewotolok Berstatus Waspada
Stanislaus mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok saat ini berada pada Level II atau Waspada.
Dengan status tersebut, masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung, pendaki dan wisatawan diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Larangan juga berlaku untuk sektor selatan dan tenggara dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.
Masyarakat diminta mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava serta awan panas yang dapat terjadi di sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok.
Warga Diminta Lindungi Diri dari Abu Vulkanis
Selain menjauhi kawasan rawan, masyarakat di sekitar gunung diimbau mengantisipasi dampak abu vulkanis dengan menggunakan masker pelindung mulut dan hidung.
Perlengkapan lain yang dapat melindungi mata dan kulit juga diperlukan untuk mengurangi paparan abu vulkanis.
"Masyarakat juga diimbau menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanis," katanya.
Pemerintah daerah dan masyarakat juga diminta senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape.
Koordinasi juga dapat dilakukan dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Badan Geologi di Bandung untuk memperoleh informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Ile Lewotolok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































