Google Labeli Iklan Dibuat dengan AI, Bisa Dicek di My Ad Center

8 hours ago 3

Jumali

Jumali Jum'at, 10 Juli 2026 16:37 WIB

Google Labeli Iklan Dibuat dengan AI, Bisa Dicek di My Ad Center

Kantor Google - ist/techcrunch

Harianjogja.com, JOGJA—Google meluncurkan label khusus untuk iklan yang dibuat atau dimodifikasi dengan AI. Label "Created or edited with AI" bisa dilihat di menu How this ad was made. Pengiklan pihak ketiga wajib mengungkapkannya secara manual.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan transparansi terhadap konten iklan yang ditampilkan kepada pengguna di berbagai layanannya, termasuk Google Search, Google Discover, dan YouTube.

Bagi masyarakat awam yang mungkin selama ini tidak menyadari bahwa iklan yang mereka lihat bisa dihasilkan oleh mesin, kebijakan ini menjadi langkah maju untuk memberi pengetahuan lebih tentang asal-usul konten digital yang mereka konsumsi setiap hari.

The Verge mengungkapkan, melalui pembaruan tersebut, pengguna kini dapat mengetahui potensi materi iklan memanfaatkan AI generatif dengan membuka panel My Ad Center. Informasi tersebut tersedia pada bagian "How this ad was made", yang dapat diakses melalui ikon tiga titik atau tombol informasi pada iklan.

Panel yang sama juga menyediakan opsi untuk memblokir maupun melaporkan iklan apabila diperlukan. Kebijakan baru ini mencerminkan meningkatnya perhatian industri teknologi terhadap transparansi penggunaan AI generatif dalam pembuatan konten digital.

Google menjelaskan bahwa label "Created or edited with AI" akan diterapkan secara otomatis pada iklan yang dibuat menggunakan perangkat AI generatif milik perusahaannya. Dengan demikian, pengiklan yang memanfaatkan alat AI bawaan Google tidak perlu menambahkan penanda tersebut secara manual.

Namun, mekanisme berbeda berlaku bagi materi iklan yang dibuat menggunakan layanan AI dari pihak ketiga. Dalam kasus tersebut, pengiklan bertanggung jawab mengungkapkan penggunaan AI secara manual agar informasi tersebut dapat ditampilkan kepada pengguna.

Google juga menyatakan bahwa di sejumlah wilayah, label AI tersebut dapat muncul secara langsung pada tampilan iklan, baik secara otomatis maupun berdasarkan pengungkapan yang dilakukan oleh pengiklan. Kebijakan ini memungkinkan pengguna memperoleh informasi mengenai penggunaan AI tanpa harus membuka panel informasi tambahan, meski implementasinya akan berbeda di setiap negara atau wilayah.

Pengenalan label AI menunjukkan bahwa Google ingin memberikan konteks tambahan kepada pengguna mengenai bagaimana sebuah iklan diproduksi. Kehadiran AI generatif memungkinkan pengiklan membuat teks, gambar, maupun materi visual dengan lebih cepat, tetapi pada saat yang sama memunculkan kebutuhan akan transparansi agar pengguna memahami asal konten yang mereka lihat.

Langkah tersebut juga sejalan dengan tren yang berkembang di industri digital, dengan perusahaan mulai memberikan penanda terhadap konten sintetis atau hasil generasi AI. Transparansi ini dinilai penting untuk membantu pengguna membedakan konten yang sepenuhnya dibuat manusia dengan materi yang melibatkan AI.

Kendati demikian, label tersebut tidak dimaksudkan untuk menunjukkan kualitas maupun kredibilitas suatu iklan. Penanda hanya memberikan informasi bahwa AI digunakan dalam proses pembuatan atau penyuntingan materi iklan, sementara isi dan klaim iklan tetap tunduk pada kebijakan periklanan Google yang berlaku.

Kebijakan terbaru ini bukan kali pertama Google menerapkan mekanisme pengungkapan terkait AI dan konten sintetis. Pada tahun 2024, Google telah memperkenalkan persyaratan pengungkapan untuk iklan politik yang menggunakan konten sintetis atau hasil manipulasi digital. Selain itu, Google juga memperluas penggunaan teknologi SynthID dan standar C2PA untuk membantu mengidentifikasi konten digital yang dibuat atau dimodifikasi menggunakan AI. Kedua teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan keterlacakan asal-usul konten digital serta mempermudah identifikasi materi sintetis di berbagai platform.

Google bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang menerapkan kebijakan serupa. Meta sebelumnya juga telah menghadirkan label AI info pada panel "About this ad" untuk memberikan informasi mengenai penggunaan AI dalam materi iklan di platformnya.

Munculnya kebijakan serupa dari dua perusahaan teknologi terbesar menunjukkan bahwa transparansi penggunaan AI mulai menjadi standar baru dalam industri periklanan digital. Dengan semakin berkembangnya kemampuan AI generatif menghasilkan gambar, video, maupun teks yang realistis, penyedia platform menghadapi tantangan untuk menjaga kepercayaan pengguna tanpa menghambat inovasi teknologi.

Popularitas AI generatif dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah cara pengiklan memproduksi materi kampanye. Berbagai alat berbasis AI kini mampu menghasilkan konsep visual, salinan iklan, hingga variasi materi promosi dalam waktu singkat. Di sisi lain, perkembangan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai potensi penyalahgunaan AI untuk menghasilkan konten yang dapat menyesatkan atau sulit dibedakan dari materi yang dibuat secara manual.

Karena itu, kebijakan pelabelan menjadi salah satu pendekatan yang dipilih perusahaan teknologi untuk memberikan transparansi tanpa membatasi penggunaan AI secara langsung. Melalui pembaruan ini, Google menegaskan bahwa AI akan tetap menjadi bagian penting dari masa depan industri periklanan, namun pengguna perlu memperoleh informasi yang memadai mengenai cara iklan dibuat agar dapat membuat keputusan secara lebih sadar ketika berinteraksi dengan materi promosi yang mereka lihat. Bagi pengguna di Indonesia, kebijakan ini menjadi pengingat untuk lebih kritis dan cerdas dalam menyikapi iklan digital, terutama di tengah maraknya konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |