
Tim melakukan pekerjaan pembersihan puing di sebuah bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di Caracas, Venezuela, pada Rabu, 24 Juni 2026. /ANTARA/Diko Betancourt - Anadolu/pri.
Harianjogja.com, ISTANBUL — Bencana gempa bumi yang mengguncang Venezuela mulai memperlihatkan skala dampak yang mencemaskan. Di balik getaran yang hanya berlangsung dalam hitungan detik, ancaman kemanusiaan kini membayangi jutaan warga.
Salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan jumlah populasi terdampak bisa mencapai hingga 6,76 juta orang. Angka ini menggambarkan betapa luasnya dampak bencana yang terjadi pada Rabu (24/6) tersebut.
Di ibu kota Caracas saja, sekitar 2 juta orang diproyeksikan ikut merasakan dampaknya. Kepadatan penduduk serta kerentanan infrastruktur membuat wilayah ini menjadi salah satu titik paling krusial dalam penanganan darurat.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB menilai, situasi di lapangan masih terus berkembang. Namun, gambaran awal dari citra satelit mulai membuka fakta yang sulit diabaikan.
Di kawasan Catia La Mar, misalnya, sekitar 31,5 persen bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. Angka ini belum mencakup wilayah lain yang hingga kini masih dalam proses penilaian.
Direktur Jenderal IOM, Amy Pope, menegaskan bahwa fase awal pascabencana menjadi periode paling menentukan.
“Jam-jam dan hari-hari pertama setelah bencana akan membentuk seluruh tahapan respons berikutnya,” ujarnya.
IOM kini bergerak cepat memperluas respons darurat. Bantuan yang sebelumnya telah disiapkan mulai disalurkan, mencakup kebutuhan dasar seperti makanan, tempat penampungan sementara, hingga perlindungan bagi kelompok rentan.
Namun tantangan besar masih membentang di depan. Gelombang pengungsi diperkirakan akan terus bertambah seiring warga mencari lokasi yang lebih aman.
Koordinasi lintas lembaga pun terus diperkuat. IOM bekerja bersama pemerintah Venezuela, badan-badan PBB, serta mitra kemanusiaan lainnya untuk memastikan distribusi bantuan menjangkau wilayah terdampak paling parah.
Di sisi lain, data dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengungkap bahwa gempa terjadi dalam dua gelombang kuat. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 disusul gempa 7,5 hanya dalam selang waktu 39 detik.
Pusat gempa berada di wilayah negara bagian Yaracuy, dengan getaran yang menjalar luas hingga ke berbagai kota besar.
Dua guncangan beruntun dalam waktu singkat tersebut memperparah tingkat kerusakan dan meningkatkan risiko bagi keselamatan warga.
Kini, Venezuela menghadapi ujian besar. Bukan hanya soal pemulihan infrastruktur, tetapi juga bagaimana memastikan jutaan warganya dapat bertahan di tengah situasi darurat yang masih terus berkembang.
Di tengah puing dan ketidakpastian, satu hal menjadi jelas—respons cepat dan solidaritas global akan sangat menentukan arah pemulihan negeri tersebut dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































