Jumali Rabu, 27 Mei 2026 18:07 WIB

Trofi Liga Champions./Bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA—Pentas final Liga Champions 2026 yang mempertemukan PSG dan Arsenal di Puskas Arena, Budapest, akan menjadi panggung pembuktian bagi dua kekuatan besar sepak bola Eropa saat ini.
PSG datang dengan status sebagai raja bertahan yang berusaha mengukir sejarah back-to-back juara di era format modern, sementara Arsenal hadir dengan motivasi tinggi usai menjuarai Liga Inggris setelah penantian panjang selama 22 tahun. Laga ini dipastikan menyuguhkan benturan filosofi antara permainan ofensif agresif tim asuhan Luis Enrique melawan kedisiplinan pertahanan ketat yang dibangun oleh Mikel Arteta.
Perjalanan kedua tim menuju partai puncak menampilkan kontras yang sangat menarik. PSG harus melalui jalan berliku, mulai dari babak play-off hingga menyingkirkan tim-tim besar seperti Chelsea, Liverpool, dan Bayern Munich. Sebaliknya, Arsenal tampil sempurna dengan menyapu bersih seluruh kemenangan sejak fase grup dan menumbangkan lawan-lawan tangguh seperti Bayer Leverkusen hingga Atletico Madrid.
Meski statistik menunjukkan PSG sebagai tim paling produktif dengan 44 gol, Arsenal justru unggul telak dalam aspek pertahanan dengan hanya kebobolan 6 gol sepanjang turnamen.
Legenda Manchester United, Gary Neville, melalui podcast-nya memberikan pandangan bahwa PSG memiliki keunggulan mentalitas juara. Neville memuji Luis Enrique sebagai manajer obsesif yang mampu menjaga konsistensi timnya di level tertinggi. "Menurut saya PSG berada di level yang berbeda. Mereka memiliki manajer obsesif—dan maksud saya itu sebagai pujian—maniak jenis manajer yang merupakan pemenang sejati," tegas Neville mengenai keunggulan PSG dikutip dari BBC.
Namun, angka statistik tersebut hanyalah prediksi, mengingat Arsenal memiliki lini belakang kokoh yang dikawal duo bek tengah William Saliba dan Gabriel Magalhães yang terbukti sukses mencatatkan rekor clean sheet di liga domestik.
Jelang laga krusial ini, tantangan fisik menjadi perhatian utama bagi kedua kubu. PSG mendapat angin segar dengan kembalinya Ousmane Dembele dan Achraf Hakimi ke sesi latihan, meskipun Luis Enrique diprediksi akan berhati-hati dalam menurunkan mereka sebagai starter.
Di sisi lain, Arsenal masih harus memantau kondisi beberapa pemain kunci seperti Riccardo Calafiori dan Ben White yang sempat dilaporkan mengalami masalah kebugaran. Pertandingan puncak yang akan disiarkan langsung di SCTV dan live streaming Vidio pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 23.00 WIB ini, bukan sekadar perebutan trofi, melainkan penentu apakah era dominasi baru akan lahir ataukah pengalaman PSG tetap menjadi faktor penentu di Benua Biru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































