Fasilitasi Pesawat Pengebom AS, Pangkalan Inggris Jadi Target Iran

5 hours ago 3

Fasilitasi Pesawat Pengebom AS, Pangkalan Inggris Jadi Target Iran Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. / Freepik

Harianjogja.com, LONDON— Pemerintah Iran membuka kemungkinan menjadikan pangkalan militer Inggris sebagai target sah serangan, menyusul dugaan keterlibatan fasilitas tersebut dalam operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Pernyataan ini disampaikan Duta Besar Iran untuk London, Seyed Ali Mousavi, yang menegaskan bahwa opsi tersebut tengah dipertimbangkan sebagai bagian dari langkah pertahanan negaranya.

"Ini adalah masalah yang sangat penting yang sedang kami pertimbangkan. Ini adalah masalah yang sangat penting untuk mempertahankan diri kami," kata Mousavi kepada surat kabar Times, Selasa.

Menurut dia, keputusan Inggris yang mengizinkan pesawat pengebom Amerika Serikat lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Fairford berpotensi mengubah situasi secara signifikan. Pangkalan tersebut diketahui menjadi satu-satunya fasilitas di Eropa yang digunakan untuk operasi pesawat pengebom strategis AS.

"Bagian militer dari sistem kami akan memutuskan dengan tepat. Itu tergantung pada aktivitas Anda. Itu tergantung pada keputusan Inggris terkait masalah ini. Setiap opsi harus dipertimbangkan. Kami sangat berhati-hati dan teliti dalam membela diri," imbuhnya.

Di sisi lain, Mousavi menyambut sikap awal Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang tidak terlibat langsung dalam operasi militer yang disebutnya sebagai "tindakan kriminal Amerika dan rezim Israel."

Situasi ini berkembang di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah setelah operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Serangan tersebut memicu respons keras dari Iran yang kemudian meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta target militer AS di kawasan tersebut.

Peristiwa tersebut juga menimbulkan dampak besar di dalam negeri Iran. Pada hari pertama operasi militer, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur. Selain itu, serangan juga menghantam sebuah sekolah perempuan di Iran selatan.

Pemerintah Iran memperkirakan jumlah korban tewas akibat rangkaian serangan tersebut telah melampaui 1.300 orang, mempertegas meningkatnya ketegangan dan potensi meluasnya konflik ke kawasan yang lebih luas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |