Bendera Iran.
Harianjogja.com, TEHERAN—Otoritas Iran menyatakan kerusakan pada fasilitas nuklir di negaranya belum berdampak pada keselamatan warga, meski serangkaian serangan dilaporkan terjadi sepanjang Maret 2026.
Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian global terhadap keamanan fasilitas nuklir Iran, terutama setelah adanya laporan kerusakan akibat serangan di sejumlah lokasi strategis.
Wakil Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Mohammad Reza Kardan, memastikan kondisi saat ini masih terkendali dan tidak mengancam kesehatan masyarakat.
“Hingga saat ini, kerusakan yang terjadi belum sampai pada tingkat yang mengancam kesehatan masyarakat,” ujarnya pada Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan tim ahli keselamatan radiasi sedang melakukan penilaian lebih lanjut untuk memastikan dampak dari kerusakan tersebut benar-benar aman bagi lingkungan sekitar.
Sebelumnya, pada Jumat (27/3/2026), AEOI melaporkan adanya serangan terhadap fasilitas produksi konsentrat uranium berbentuk bubuk atau yellowcake di Iran selatan.
Serangan tersebut disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel, yang menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Tidak hanya itu, pada Selasa (24/3/2026), Iran juga melaporkan serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr.
Namun, pihak berwenang menyebut fasilitas tersebut tetap beroperasi normal tanpa kerusakan maupun korban jiwa.
Serangkaian insiden juga terjadi sebelumnya, termasuk serangan pada 17 Maret yang tidak menimbulkan korban atau kerusakan material.
Selain itu, dua serangan dilaporkan menyasar fasilitas nuklir Natanz masing-masing pada 1 dan 21 Maret.
Meski menghadapi beberapa insiden dalam waktu berdekatan, pemerintah Iran menegaskan situasi tetap dalam kendali dan tidak menimbulkan risiko langsung bagi masyarakat.
Di sisi lain, perkembangan ini terus menjadi perhatian dunia karena berkaitan dengan stabilitas kawasan dan keamanan energi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : A


















































