Edukasi HIV di Keparakan Dorong Deteksi Dini dan Hapus Stigma

4 hours ago 2

Edukasi HIV di Keparakan Dorong Deteksi Dini dan Hapus Stigma

Foto ilustrasi HIV/Aids. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Kelurahan Keparakan memperkuat upaya pencegahan HIV melalui penyuluhan sosial yang menekankan pentingnya deteksi dini, pemeriksaan, pengobatan, serta penghapusan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Kegiatan ini digelar sebagai langkah meningkatkan pemahaman masyarakat agar mampu mencegah penularan sekaligus mendukung proses pengobatan secara berkelanjutan.

Penyuluhan bertajuk Mengenal HIV dalam Pencegahan, Pemeriksaan, dan Pengobatan tersebut diselenggarakan Pemerintah Kelurahan Keparakan bekerja sama dengan Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Pendopo Bima Jaya, Kelurahan Keparakan, Kamis (25/6/2026). Peserta kegiatan terdiri atas tokoh masyarakat, kader kesehatan, kader sosial, pemuda, hingga perwakilan warga.

Lurah Keparakan, Yusuf Ahbari, mengatakan penyuluhan sosial menjadi bagian dari strategi membangun masyarakat yang sehat, peduli, dan memiliki pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS.

"Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan yang benar tentang HIV/AIDS, tetapi juga semakin peduli terhadap pentingnya pencegahan, pemeriksaan dini, serta memberikan dukungan kepada mereka yang menjalani pengobatan tanpa adanya stigma maupun diskriminasi," ujarnya, Senin (29/6/2026).

Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu Broto, menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS, mulai dari cara penularan, langkah pencegahan, pentingnya pemeriksaan sejak dini, hingga pilihan pengobatan yang tersedia.

Menurutnya, edukasi menjadi salah satu kunci untuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV sehingga tercipta lingkungan yang lebih inklusif sekaligus mendukung keberhasilan pengobatan.

"Melalui penyuluhan ini kami ingin masyarakat memahami bahwa HIV dapat dicegah dan dikendalikan. Yang tidak kalah penting adalah menghilangkan stigma terhadap ODHIV agar mereka dapat menjalani pengobatan dengan baik dan mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar," katanya.

Narasumber dari Yayasan Victory Plus, Diah Arfianti, yang juga merupakan Orang dengan HIV (ODHIV), menjelaskan bahwa HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS merupakan kondisi lanjutan akibat infeksi HIV yang tidak mendapatkan penanganan.

Ia menegaskan, seseorang yang hidup dengan HIV tetap dapat menjalani kehidupan secara sehat dan produktif apabila rutin menjalani terapi antiretroviral (ARV) sesuai anjuran tenaga kesehatan.

"Pencegahan dapat dilakukan melalui perilaku hidup sehat, menghindari perilaku berisiko, serta melakukan pemeriksaan HIV secara sukarela bagi mereka yang memiliki faktor risiko. Semakin cepat HIV terdeteksi, semakin cepat pula pengobatan dapat dimulai sehingga kualitas hidup penderita tetap terjaga dan risiko penularan dapat ditekan," jelasnya.

Selama penyuluhan berlangsung, peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias. Beragam pertanyaan mengenai mekanisme penularan HIV, layanan pemeriksaan, akses terapi ARV, hingga pendampingan bagi ODHIV dibahas secara interaktif bersama narasumber sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan HIV.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |