DPAD DIY: Warga Godean Diajak Sukses Beternak Ayam lewat Bedah Buku

8 hours ago 3

 Warga Godean Diajak Sukses Beternak  Ayam lewat Bedah Buku Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Zulfa Kurniawan (dua dari kiri) bersama Anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan (dua dari kanan) dalam acara Bedah Buku di Joglo Donowarih, Sidokarto, Godean, Sleman, Kamis (30/4/2026).Harian Jogja - Catur Dwi Janati

SLEMAN-Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggencarkan program Bedah Buku di 200 titik wilayah DIY sepanjang 2026. Strategi jemput bola ini dilakukan untuk mendekatkan akses literasi sekaligus mendorong masyarakat dapat menerima manfaat dari buku yang dibaca.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Zulfa Kurniawan, menjelaskan program Bedah Buku bertujuan untuk mendekatkan akses buku kepada masyarakat. "Selama ini DPAD DIY punya layanan perpustakaan di Grhatama Pustaka, kompleks Kantor DPAD DIY di Janti, Banguntapan, tetapi kami juga ingin lebih dekat lagi dengan masyarakat dengan menghadirkan bukubuku yang sesuai dengan karakter masyarakat," kata Zulfa dalam acara Bedah Buku berjudul Mudah dan Sukses Usaha Beternak Ayam Kampung Super di Joglo Donowarih, Kalurahan Sidokarto, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Kamis (30/4/2026).

Menurut Zulfa, tema buku yang dibedah sesuai dengan potensi yang ada di masing-masing wilayah.

Melalui program ini, Zulfa berharap masyarakat bisa menerapkan pengetahuan yang ada di buku ke dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan wawasan tersebut diharapkan berdampak positif bagi ekonomi masyarakat.

"Di DPAD DIY ada program Dari Membaca Menjadi Karya, sehingga dari buku yang dibaca, diharapkan bisa diaktualisasi dalam bentuk karya, misalnya beternak ayamnya secara sukses," katanya.

Dari segi dampak, Bedah Buku DPAD DIY berpengaruh pada indeks kebudayaan dan tingkat kegemaran membaca. Indeks kebudayaan menilai berapa kali seseorang membaca luar kitab suci, sementara tingkat kegemaran membaca juga menilai minat dan budaya baca masyarakat, termasuk dampak dari buku yang sudah dibaca.

Anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, menjelaskan program Bedah Buku terus didorong agar masyarakat terbiasa mencari atau membaca rujukan yang lebih komprehensif dan akurat.

Judul buku yang dipilih diupayakan bermanfaat bagi masyarakat. Seperti buku yang dibedah berjudul Mudah dan Sukses Usaha Beternak Ayam Kampung Super, diharapkan masyarakat semakin memiliki ketahanan dan kemandirian pangan.

Menurut Sofyan, apabila masyarakat memiliki ketahanan pangan yang baik, maka akan berkontribusi terhadap ketahanan nasional. Ketahanan nasional salah satunya juga ditopang oleh ketahanan pangan. "Kalau masyarakat mampu mandiri pangan, maka kita tidak ada kekhawatiran negara akan kolaps ketika diembargo," tuturnya.

Sofyan juga menyinggung soal aliran yang disebutnya sebagai fenomena instanisme, merujuk pada masyarakat yang hanya mau instan dan serba cepat. Seperti alihalih beternak ayam, masyarakat lebih senang untuk membeli daging ayam atau masakan ayam yang sudah matang.

Untuk itu, kemandirian pangan dengan terbiasa menjalani proses sangat penting dan mampu membentuk kepribadian.

Salah satu peserta, Muhammad Nuril Anwar, menilai agenda bedah buku yang digelar sangat menarik. Jika biasanya masyarakat diajak mengunjungi perpustakaan, kali ini buku dihadirkan ke tengah masyarakat. Lewat program ini, masyarakat bisa diajak membedah buku bersama-sama, terlebih tema yang dibahas sangat menarik. “Kami berharap agenda ini bisa terus diadakan dengan judul buku yang lain, misalnya tentang kemajuan teknologi AI [artificial intelligence],” katanya. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |