Bregodo Jogo Malioboro Jadi Daya Tarik Wisatawan

4 hours ago 2

Bregodo Jogo Malioboro Jadi Daya Tarik Wisatawan

Bregodo Jogo dari kelompok Reksawinanga saat bertugas di kawasan wisata Malioboro, Kota Jogja, pada Jumat (27/6/2026) sore. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

JOGJA – Kehadiran prajurit Bregodo Jogo Malioboro kembali mencuri perhatian wisatawan yang memadati kawasan Malioboro selama libur sekolah, Sabtu (27/6/2026). Selain bertugas menjaga ketertiban, para prajurit dengan busana tradisional itu juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang rela berhenti untuk mengabadikan momen bersama.

Sejak sore hari, wisatawan tampak berkerumun saat rombongan Bregodo Jogo Malioboro berpatroli. Banyak pengunjung mengeluarkan ponsel untuk merekam video, memotret, hingga mengajak para prajurit berfoto bersama.

Salah satu anggota Bregodo Jogo Malioboro sekaligus Panji Parentah Reksa Winanga, Trus Sugiyanto, menjelaskan bahwa Bregodo Jogo Malioboro awalnya dibentuk pada masa pandemi Covid-19 untuk mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.

"Kalau dulu waktu Covid tugasnya mengingatkan pengunjung agar memakai masker dan mematuhi aturan. Sekarang lebih banyak mengingatkan agar tidak merokok di Malioboro, tidak makan sambil berjalan, serta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya saat berjaga di Malioboro, Sabtu (27/6/2026) sore.

Menurut dia, larangan merokok di kawasan Malioboro masih menjadi salah satu hal yang rutin disosialisasikan kepada wisatawan. Para petugas juga terus mengingatkan pengunjung dengan pendekatan persuasif agar tetap menjaga kenyamanan kawasan wisata.

Kelompok Reksa Winanga bertugas menjaga Malioboro selama dua hari, yakni Sabtu hingga Minggu (28/6/2026), bertepatan dengan meningkatnya jumlah wisatawan pada masa libur sekolah. Dalam satu regu terdapat 23 personel yang dibagi ke sejumlah zona, sementara petugas Panji Parentah melakukan patroli sekaligus mengawasi jalannya pengamanan.

"Kita kontrol di lapangan. Kalau ada yang merokok, makan sambil jalan, atau membuang sampah sembarangan ya diingatkan. Kita sebagai tuan rumah harus memberi contoh juga," jelasnya.

Ia menuturkan, mayoritas anggota Bregodo Jogo Malioboro berasal dari Kota Jogja karena keberadaan mereka merupakan bagian dari identitas kawasan Malioboro yang menjadi ikon pariwisata Jogja.

Keberadaan Bregodo Jogo Malioboro pun mendapat respons positif dari wisatawan. Farid Adrian, wisatawan asal Madiun, Jawa Timur, mengaku sengaja merekam aksi para prajurit karena jarang menjumpai petugas kawasan wisata yang mengenakan pakaian tradisional.

"Menarik banget. Malioboro jadi terasa lebih hidup dan lebih khas. Tadi juga sempat foto karena mereka ramah. Kalau sekaligus mengingatkan pengunjung supaya tidak merokok dan menjaga kebersihan, menurut saya bagus karena disampaikan dengan sopan," ucap Farid.

Kesan serupa disampaikan Jeki, wisatawan asal Bogor, Jawa Barat. Ia awalnya mengira rombongan tersebut merupakan bagian dari sebuah pertunjukan sebelum mengetahui bahwa mereka bertugas menjaga kawasan Malioboro.

"Bagus ya, unik. Anak saya juga senang lihat kostumnya. Suasana Malioboro jadi terasa lebih khas Jogja, dan orang-orang juga lebih tertib karena ada yang mengingatkan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |