Bom Peninggalan PD II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

3 hours ago 3

Bom Peninggalan PD II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

Ilustrasi ledakan dibuat dengan artificial intelligence.

Harianjogja.com, BIAK— Lima korban tewas akibat ledakan bom peninggalan Perang Dunia II (PD II) di Kabupaten Biak Numfor, Papua, telah dimakamkan pada Senin (1/6/2026). Prosesi pemakaman berlangsung di TPU Inggiri dan diwarnai suasana duka mendalam dengan isak tangis keluarga serta warga yang mengantar kepergian para korban.

Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan bom peninggalan PD II di Biak tersebut juga menyebabkan tiga warga lainnya sampai saat ini masih dinyatakan hilang. Selain menimbulkan korban tewas, peristiwa ledakan bom peninggalan perang dunia kedua itu juga mengakibatkan puluhan orang mengalami luka-luka, serta sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.

Aparat bersama pemerintah daerah masih melakukan penanganan dan pendataan lanjutan pascainsiden tersebut. Korban luka juga dilakukan penanganan rawat lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, mengatakan lima korban meninggal dunia dalam peristiwa itu masing-masing adalah Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5).

Menurut Cahyo, ledakan juga mengakibatkan 19 orang mengalami luka-luka. Selain itu, sembilan rumah yang dihuni 10 kepala keluarga dengan total 55 jiwa dilaporkan mengalami kerusakan akibat kuatnya daya ledak bom tersebut.

Sementara itu, tiga warga yang hingga kini masih dinyatakan hilang adalah Yulianus Raubaba (26), Lae Madura (45), dan Abis Marandof (27). Upaya pencarian terhadap ketiganya masih terus dilakukan oleh tim terkait.

Dari laporan yang diterima kepolisian, sebanyak 55 warga yang terdampak kerusakan rumah terpaksa mengungsi dan kini berada di lokasi penampungan yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.

"Memang sebanyak 55 orang dilaporkan mengungsi itu kini ditampung di penampungan yang disediakan Pemda Biak," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito.

Peristiwa ledakan bom peninggalan PD II tersebut terjadi pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT di kompleks perikanan yang berada di Jalan Wolter Monginsidi, Kabupaten Biak Numfor. Hingga kini aparat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi lengkap serta dampak yang ditimbulkan dari ledakan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |