Banjir Rendam Empat Kecamatan di Serang, Ratusan Warga Mulai Terdampak

8 hours ago 1

Banjir Rendam Empat Kecamatan di Serang, Ratusan Warga Mulai Terdampak Foto ilustrasi banjir. / Freepik

Harianjogja.com, SERANG—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Banten, bergerak cepat menangani musibah banjir yang mengepung empat wilayah kecamatan sejak Jumat hingga Sabtu (7/3/2026).

Intensitas hujan yang sangat tinggi serta meluapnya debit air sungai menjadi pemicu utama terendamnya kawasan pemukiman dan akses jalan di wilayah Banten tersebut.

Wilayah yang terdampak paling parah dilaporkan berada di Kecamatan Jawilan, Cinangka, Tunjungteja, dan Pamarayan. Selain ancaman banjir, cuaca ekstrem yang melanda Serang bagian barat ini juga memicu terjadinya angin kencang serta pergerakan tanah di sejumlah titik yang membahayakan keselamatan warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengungkapkan bahwa berdasarkan pendataan sementara, krisis air ini telah berdampak pada sedikitnya 160 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 489 jiwa.

Sebanyak 152 unit rumah tinggal serta satu fasilitas pendidikan, yakni Ponpes Rohudotul Muttaqin, dilaporkan tergenang air dengan ketinggian yang bervariasi.

"Berdasarkan data sementara, terdapat 160 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 489 jiwa yang terdampak. Sebanyak 152 unit rumah dan satu sarana pendidikan, yakni Ponpes Rohudotul Muttaqin, terendam air," ujarnya pada Sabtu (7/3/2026).

Rincian di lapangan menunjukkan ketinggian genangan air di Desa Pasirbuyut, Kecamatan Jawilan, telah mencapai 50 hingga 60 sentimeter sehingga memutus akses mobilitas warga.

Sementara itu, di kawasan pesisir Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, air mulai merembes masuk ke dalam bangunan rumah meskipun ketinggiannya masih di kisaran 5 hingga 10 sentimeter.

Kondisi yang hampir serupa terpantau di Desa Pamarayan dan Desa Kemuning, di mana ruas jalan utama masih terendam air setinggi 20 hingga 45 sentimeter.

Walaupun genangan air belum surut, sebagian besar warga dilaporkan masih memilih untuk bertahan di kediaman masing-masing sembari menjaga harta benda mereka.

"Kami telah memberangkatkan personel ke lokasi, khususnya di Kecamatan Jawilan dan Cinangka, untuk melakukan pemantauan, koordinasi, dan pendataan mutakhir di lapangan," tutur Ajat mengenai langkah darurat yang diambil tim reaksi cepat.

BPBD saat ini menetapkan status ancaman bencana pada level sedang hingga tinggi menyusul peringatan dini dari BMKG terkait potensi hujan lebat susulan. Kewaspadaan ekstra diperlukan mengingat fenomena kilat dan angin kencang masih mengancam wilayah Serang dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan.

Guna meringankan beban masyarakat, BPBD telah mengidentifikasi berbagai kebutuhan logistik mendesak, mulai dari alat penyedot air (alkon), perahu karet untuk evakuasi, hingga pasokan makanan siap saji dan obat-obatan.

Fasilitas perlengkapan bayi dan selimut juga menjadi prioritas utama bantuan mengingat kondisi cuaca yang dingin dan lembap di lokasi pengungsian sementara.

"Masyarakat di sekitar lokasi diminta meningkatkan kewaspadaan dan siap melakukan evakuasi mandiri apabila terjadi kenaikan tinggi muka air yang signifikan," pungkas Ajat mengingatkan pentingnya keselamatan jiwa di atas segalanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |