Banding McLaren Guncang F1 Usai Kontroversi Penalti GP Monako

4 hours ago 1

Jumali

Jumali Kamis, 18 Juni 2026 02:27 WIB

Banding McLaren Guncang F1 Usai Kontroversi Penalti GP Monako

Ilustrasi balapan Formula 1 - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Kontroversi besar mengguncang Formula 1 setelah hasil Grand Prix Monako 2026 terancam kembali berubah.

Motorsports melaporkan, McLaren resmi mengajukan banding terhadap keputusan FIA yang membatalkan penalti pit-lane speeding milik pembalap Alpine, Pierre Gasly, sementara Red Bull mengambil langkah serupa demi memperjuangkan hak pembalap mudanya, Isack Hadjar.

Perselisihan ini muncul setelah pengadilan balap FIA memutuskan mencabut dua penalti lima detik yang sebelumnya dijatuhkan kepada Gasly.

Keputusan tersebut mengangkat pembalap Prancis itu kembali ke posisi ketiga dan merebut satu tempat podium yang semula menjadi milik Hadjar.

BBC mengungkapkan, dampaknya tidak hanya dirasakan Red Bull. Pembalap McLaren, Oscar Piastri, yang sebelumnya naik ke posisi keempat harus turun lagi ke posisi kelima dan kehilangan dua poin berharga dalam persaingan klasemen musim 2026.

Kesalahan Pengukuran Jadi Pangkal Masalah

Akar kontroversi berasal dari kesalahan teknis pada sistem pengukuran kecepatan di jalur pit Monako.

Berdasarkan temuan yang diajukan Formula One Management (FOM), terdapat perubahan posisi barrier di pintu masuk pit lane yang membuat panjang lintasan berkurang sekitar 77 sentimeter. Perubahan kecil tersebut ternyata berdampak besar terhadap perhitungan kecepatan otomatis.

Karena sistem menghitung batas kecepatan berdasarkan waktu tempuh pada jarak tertentu, pengurangan panjang lintasan membuat sejumlah pembalap terdeteksi melaju melebihi batas 60 km/jam, meskipun secara nyata mereka tidak melakukan pelanggaran.

Beberapa tim disebut telah menemukan kejanggalan tersebut sejak sesi latihan bebas pada Jumat. Namun, persoalan itu tidak segera diperbaiki sehingga penalti tetap dijatuhkan selama akhir pekan balapan berlangsung.

Mengapa Hanya Gasly yang Diuntungkan?

Inilah titik yang memicu kemarahan sejumlah tim. Gasly menerima penalti setelah balapan berakhir. Karena hukuman belum dijalankan saat lomba berlangsung, Alpine masih memiliki kesempatan menggunakan mekanisme peninjauan ulang atau right of review.

Sebaliknya, pembalap lain seperti Oscar Piastri, Lewis Hamilton, George Russell, dan Franco Colapinto sudah menjalani hukuman masing-masing selama balapan berlangsung. Kondisi tersebut membuat mereka kehilangan kesempatan mengajukan pembelaan serupa.

Situasi itu dinilai menciptakan ketidakadilan karena pelanggaran yang berasal dari kesalahan sistem justru menghasilkan konsekuensi berbeda bagi pembalap yang terdampak.

McLaren Soroti Integritas Kompetisi

McLaren menegaskan banding yang diajukan bukan ditujukan kepada Gasly maupun Alpine. Tim asal Inggris itu menilai persoalan utama terletak pada konsistensi penerapan regulasi. Menurut mereka, pencabutan penalti terhadap satu pembalap sementara peserta lain tetap menanggung hukuman akibat kesalahan sistem dapat merusak integritas kompetisi.

Pandangan serupa juga muncul dari Red Bull yang kehilangan peluang podium perdana bagi Isack Hadjar. Sementara Mercedes ikut mengajukan permohonan peninjauan karena George Russell dinilai kehilangan poin penting akibat hukuman drive-through yang diterimanya.

PembalapTimStatus Penalti
Pierre GaslyAlpinePenalti dibatalkan, kembali finis P3
Oscar PiastriMcLarenPenalti tetap berlaku
George RussellMercedesDrive-through tetap berlaku
Lewis HamiltonFerrariPenalti tetap berlaku
Franco ColapintoAlpinePenalti tetap berlaku

Menariknya, Planet F1 menilai sebagian besar hukuman diberikan karena pelanggaran yang hanya tercatat sekitar 0,1 km/jam di atas batas kecepatan pit lane.

Menunggu Putusan Pengadilan Banding FIA

Kasus ini kini berada di tangan Pengadilan Banding FIA sebagai otoritas hukum tertinggi dalam olahraga otomotif internasional.

Keputusan yang akan diambil berpotensi berdampak besar terhadap hasil resmi GP Monako 2026, distribusi poin kejuaraan dunia, hingga kredibilitas sistem pengawasan balapan Formula 1.

Jika banding dikabulkan, FIA bisa saja dipaksa mengevaluasi seluruh penalti yang dijatuhkan akibat kesalahan pengukuran tersebut. Namun jika ditolak, kontroversi mengenai konsistensi regulasi dan keadilan kompetisi kemungkinan masih akan terus menjadi perdebatan panjang di paddock Formula 1.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |