Terlalu Lama Main Gadget Bisa Rusak Mata, Kenali 8 Tandanya

4 hours ago 3

Terlalu Lama Main Gadget Bisa Rusak Mata, Kenali 8 Tandanya

Foto ilustrasi anak-anak bermain ponsel, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, JOGJA—Sulit membayangkan kehidupan tanpa gadget. Mulai dari bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga mencari hiburan, hampir seluruh aktivitas kini dilakukan melalui layar ponsel, tablet, atau komputer. Namun di balik berbagai kemudahan tersebut, ada dampak kesehatan yang sering luput dari perhatian, terutama bagi mata.

Banyak orang menganggap mata lelah atau perih setelah menatap layar sebagai hal yang normal. Padahal, jika terjadi terus-menerus, kondisi tersebut dapat mengganggu kenyamanan, produktivitas, bahkan meningkatkan risiko gangguan penglihatan dalam jangka panjang.

Berikut sejumlah dampak yang paling sering muncul akibat penggunaan gadget secara berlebihan.

1. Mata Cepat Lelah

Menatap layar dalam waktu lama membuat otot mata bekerja terus menerus untuk mempertahankan fokus. Akibatnya, mata terasa berat, pegal, dan cepat lelah. Keluhan ini sering muncul setelah berjam-jam bekerja di depan komputer atau menggunakan ponsel tanpa jeda.

2. Mata Menjadi Kering

Saat fokus pada layar, seseorang cenderung berkedip lebih sedikit dibandingkan kondisi normal. Berkurangnya frekuensi berkedip membuat permukaan mata kehilangan kelembapan sehingga muncul sensasi perih, panas, atau seperti ada pasir di dalam mata.

3. Penglihatan Kabur Sementara

Terlalu lama menatap layar dapat membuat mata kesulitan beradaptasi saat harus melihat objek yang berada lebih jauh. Akibatnya, penglihatan bisa menjadi kabur untuk sementara waktu sebelum kembali normal setelah mata beristirahat.

4. Memicu Sakit Kepala

Ketegangan otot mata sering menjalar menjadi sakit kepala, terutama di area dahi dan sekitar mata. Kondisi ini biasanya muncul ketika seseorang bekerja dalam waktu lama di depan layar tanpa jeda yang cukup.

5. Mata Merah dan Iritasi

Kurangnya kelembapan pada permukaan mata dapat menyebabkan mata tampak merah, terasa gatal, atau seperti terbakar. Jika dibiarkan berulang, keluhan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

6. Gangguan Kualitas Tidur

Paparan cahaya dari layar, terutama pada malam hari, dapat mengganggu ritme biologis tubuh. Cahaya tersebut berpotensi menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh bersiap untuk tidur. Akibatnya, seseorang lebih sulit tidur dan kualitas istirahat menurun.

7. Meningkatkan Risiko Rabun Jauh

Pada anak-anak dan remaja, terlalu banyak aktivitas jarak dekat menggunakan gadget disertai minimnya aktivitas di luar ruangan dikaitkan dengan meningkatnya risiko miopia atau rabun jauh. Karena itu, para ahli menganjurkan anak tetap memiliki waktu bermain di luar rumah secara rutin.

8. Menurunkan Kenyamanan Penglihatan

Paparan layar yang terus menerus juga dapat membuat mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Tidak sedikit orang yang merasa lebih cepat lelah saat membaca buku, berkendara, atau melihat objek dalam waktu lama setelah seharian bekerja di depan layar.

Cara Sederhana Melindungi Mata dari Gadget

Meski sulit menghindari penggunaan gadget, risiko gangguan mata dapat dikurangi dengan beberapa kebiasaan sederhana.

Salah satu yang paling direkomendasikan adalah aturan 20-20-20. Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama 20 detik. Cara ini membantu otot mata beristirahat dan mengurangi ketegangan.

Selain itu, atur tingkat kecerahan layar agar sesuai dengan kondisi ruangan. Layar yang terlalu terang maupun terlalu redup sama-sama dapat membuat mata bekerja lebih keras.

Pastikan jarak antara mata dan layar sekitar 40 hingga 50 sentimeter. Jangan lupa untuk berkedip lebih sering agar mata tetap lembap secara alami.

Bagi pengguna yang sering mengalami mata kering, penggunaan tetes mata buatan sesuai anjuran tenaga kesehatan dapat membantu menjaga kelembapan permukaan mata.

Tidak kalah penting, luangkan waktu untuk beraktivitas di luar ruangan. Paparan cahaya alami dan aktivitas fisik tidak hanya baik bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan, tetapi juga membantu menjaga kesehatan mata, terutama pada anak-anak dan remaja.

Di era digital saat ini, gadget memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan yang bijak tetap diperlukan agar manfaat teknologi tidak dibayar dengan menurunnya kesehatan mata. Mengenali gejala sejak dini dan menerapkan kebiasaan sederhana untuk melindungi mata dapat membantu menjaga kualitas penglihatan dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |