Bagan Neraka Menanti Portugal, RD Kongo Singkirkan Korea Selatan

2 hours ago 2

Jumali

Jumali Minggu, 28 Juni 2026 08:44 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Portugal gagal mengamankan status juara Grup K setelah bermain imbang 0-0 melawan Kolombia pada laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026 di Florida, Minggu (28/6/2026). Hasil tersebut membuat Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya harus menghadapi jalur yang lebih berat di babak gugur.

Dengan tambahan satu poin, Portugal lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup K. Posisi tersebut membuat Selecao dijadwalkan menghadapi Kroasia pada fase berikutnya. Jika mampu melewati hadangan Kroasia, Portugal berpotensi berjumpa Spanyol pada babak 16 besar.

Laga melawan Kolombia berlangsung terbuka sejak menit awal. Kedua tim sama-sama tampil agresif dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya demi mengamankan posisi terbaik di klasemen akhir grup.

Portugal tampil dominan menjelang akhir babak pertama. Ruben Neves, Bruno Fernandes, hingga Joao Felix bergantian mengancam pertahanan Kolombia. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap bertahan 0-0 hingga turun minum.

Pada babak kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. Pelatih Portugal mencoba meningkatkan daya serang dengan memasukkan Diogo Dalot dan Joao Neves.

Cristiano Ronaldo sempat memperoleh peluang emas setelah satu tembakannya mengarah ke gawang. Namun, peluang tersebut tidak berarti karena kapten Portugal itu lebih dahulu terjebak offside.

Kolombia juga memberikan ancaman serius. Richard Rios gagal memanfaatkan umpan James Rodriguez pada menit ke-62, sementara Santiago Arias dan Gustavo Puerta nyaris membawa tim Amerika Selatan itu unggul beberapa menit kemudian.

Memasuki 10 menit terakhir, kedua tim terus berupaya mencari gol kemenangan. Luis Suarez sempat melepaskan tendangan akrobatik pada menit ke-86, tetapi bola melayang di atas mistar gawang Portugal.

Drama terjadi pada masa injury time ketika Davinson Sanchez berhasil menyundul bola ke gawang Portugal. Namun, gol tersebut dianulir wasit sehingga skor imbang tanpa gol bertahan hingga laga berakhir.

Korea Selatan Tersingkir

Sementara itu, pertandingan lain di Grup K menghadirkan drama yang tak kalah besar. RD Kongo berhasil membalikkan keadaan untuk mengalahkan Uzbekistan dengan skor 3-1 di Stadion Atlanta, Georgia.

Kemenangan tersebut memastikan wakil Afrika itu lolos ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik dengan koleksi empat poin dari tiga pertandingan.

RD Kongo sempat berada dalam situasi sulit setelah Uzbekistan unggul lebih dahulu melalui Eldor Shomurodov pada menit ke-10. Gol tersebut membuat tekanan semakin besar bagi tim asuhan mereka yang wajib menang untuk menjaga peluang lolos.

RD Kongo sebenarnya sempat mencetak gol balasan melalui Nathanael Mbuku pada menit ke-18. Namun, setelah peninjauan VAR, gol tersebut dianulir sehingga Uzbekistan tetap memimpin hingga akhir babak pertama.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-68. Yoane Wissa sukses mengeksekusi penalti setelah Abdukodir Khusanov melakukan pelanggaran di kotak terlarang.

Momentum itu dimanfaatkan RD Kongo untuk terus menekan. Sepuluh menit kemudian, Fiston Mayele mencetak gol kedua setelah memanfaatkan peluang di depan gawang Uzbekistan.

Saat Uzbekistan berusaha mengejar ketertinggalan, RD Kongo justru memastikan kemenangan melalui gol kedua Yoane Wissa pada menit ke-90+1. Memanfaatkan umpan Meschack Elia, Wissa menuntaskan serangan balik untuk mengubah skor menjadi 3-1.

Hasil tersebut bukan hanya mengantarkan RD Kongo ke fase gugur. Kemenangan itu juga berdampak langsung terhadap nasib Korea Selatan.

Tambahan tiga poin membuat RD Kongo masuk ke daftar delapan tim peringkat ketiga terbaik yang berhak lolos ke babak 32 besar. Posisi tersebut sekaligus menggusur Korea Selatan dari zona aman dan memastikan Son Heung-min serta rekan-rekannya tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Dengan berakhirnya seluruh pertandingan Grup K, Portugal kini harus bersiap menghadapi tantangan berat melawan Kroasia. Di sisi lain, RD Kongo menjadi salah satu kisah kejutan paling menarik pada fase grup setelah berhasil membalikkan keadaan dan menjaga mimpi mereka tetap hidup di Piala Dunia 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |