Awan Panas Merapi Meluncur 2 Km Pagi Ini, BPPTKG: Jauhi Zona Bahaya

18 hours ago 3

 Jauhi Zona Bahaya

Tangkapan layar terjadinya awan panas di lereng Barat Gunung Merapi, Senin (6/12/2021)/Ist

Harianjogja.com, JOGJA—Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan meluncurkan awan panas guguran pada Jumat (10/7/2026) pagi. Peristiwa ini terjadi pukul 08.31 WIB dengan jarak luncur mencapai sekitar 2.000 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Sat dan Kali Putih.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Geologi, awan panas tersebut terekam memiliki amplitudo maksimum sebesar 34,08 mm dengan durasi mencapai 137,4 detik. Fenomena ini menjadi indikasi bahwa aktivitas Merapi masih cukup tinggi dan berpotensi terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Status ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik masih intens dan masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana harus meningkatkan kewaspadaan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di daerah berbahaya, khususnya di sektor selatan-barat daya yang meliputi alur sungai berhulu di Gunung Merapi seperti Kali Sat, Kali Putih, dan sekitarnya. Wilayah tersebut berpotensi menjadi jalur luncuran material vulkanik, termasuk awan panas dan lahar.

Selain itu, warga juga diminta untuk tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti perkembangan resmi dari instansi terkait. Pemantauan aktivitas Gunung Merapi terus dilakukan secara intensif menggunakan sistem pemantauan modern untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas guguran lava dan awan panas di Gunung Merapi memang cenderung fluktuatif. Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika kubah lava yang masih terus tumbuh dan berpotensi runtuh sewaktu-waktu, memicu terjadinya awan panas guguran.

Para ahli vulkanologi menegaskan bahwa meskipun belum terjadi erupsi besar, potensi bahaya tetap ada dan tidak boleh dianggap remeh. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana.

Masyarakat dapat memantau informasi terkini terkait aktivitas Gunung Merapi melalui kanal resmi BPPTKG dan Badan Geologi. Ketaatan terhadap rekomendasi resmi menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan bersama.

Dengan kondisi aktivitas yang masih tinggi, warga di sekitar Merapi diharapkan tetap tenang namun waspada, serta selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk dengan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |