Ariana Grande Menangis di Konser Terakhir, Siap Rehat dari Sorotan

5 hours ago 4

Harianjogja.com, JOGJA—Ariana Grande menutup perjalanan Eternal Sunshine Tour dengan suasana penuh haru. Penyanyi 33 tahun itu menangis ketika menyampaikan salam perpisahan kepada penggemar dalam konser terakhir di The O2 Arena, London, Selasa (1/9/2026) malam.

Konser tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian tur yang terdiri atas 41 pertunjukan. Setelah menyelesaikan seluruh jadwal, Grande memang telah menyiapkan langkah berikutnya: mengurangi kemunculan di depan publik dan mengambil jeda dari aktivitasnya.

Bagi Grande, keputusan tersebut bukan sekadar reaksi terhadap sorotan yang belakangan mengikutinya. Ia mengatakan rencana untuk beristirahat dari kehidupan publik telah dipikirkan jauh sebelumnya.

Tangis Grande di Panggung Terakhir

Di hadapan para penggemarnya di London, Grande berusaha menahan air mata ketika mengungkapkan rasa terima kasihnya.

Ia menggambarkan perjalanan tur tersebut sebagai salah satu pengalaman paling indah dalam hidupnya. Grande juga memastikan bahwa dukungan penggemar akan menjadi bagian yang selalu dikenangnya.

Momen tersebut terasa semakin emosional karena London menjadi lokasi penutup Eternal Sunshine Tour. Setelah tampil di sejumlah kota di Amerika Serikat dan Montreal, Grande mengakhiri rangkaian konser dengan 10 pertunjukan di London.

Jadwal 1 September sendiri tercatat sebagai konser terakhir tur tersebut.

Grande juga memberikan perhatian khusus kepada penonton yang datang dengan berbagai kostum, riasan, dan gaya yang terinspirasi dari dirinya.

Ia mengaku senang melihat usaha para penggemar untuk membuat setiap pertunjukan terasa spesial. Pesan, pakaian, hingga riasan yang mereka gunakan disebut Grande sebagai bagian penting dari pengalaman selama tur.

Bukan Keputusan Mendadak

Setelah konser berakhir, perhatian kemudian beralih pada keputusan Grande untuk mengambil jeda.

Perwakilannya pada Agustus telah menyampaikan bahwa sang penyanyi akan mengurangi kemunculannya di depan publik setelah menyelesaikan tur.

Keputusan tersebut disebut sebagai kesempatan bagi Grande untuk beristirahat setelah menjalani periode yang dipenuhi pekerjaan dan perhatian publik.

Grande sendiri kemudian menegaskan bahwa keputusan itu bukan tindakan spontan.

Saat tampil di Chicago, ia menjelaskan bahwa rencana untuk menjauh dari sorotan telah dipersiapkan sejak lama. Karena itu, pengumuman mengenai jeda tersebut bukan keputusan yang dibuat secara reaktif terhadap pemberitaan atau tekanan yang sedang berlangsung.

Pemberitaan mengenai Grande memang meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Kehidupan pribadinya, penampilannya, serta perubahan fisiknya menjadi bahan pembicaraan publik.

Namun, penyanyi tersebut berusaha menegaskan bahwa keputusan mengambil jeda memiliki pertimbangan pribadi yang sudah lama dipikirkannya.

Grande Juga Mundur dari Panggung West End

Jeda Grande tidak hanya berkaitan dengan konser.

Ia juga mundur dari rencana tampil dalam produksi ulang musikal karya Stephen Sondheim, Sunday in the Park with George, di West End.

Keputusan tersebut semakin memperlihatkan bahwa Grande memang sedang mengurangi sejumlah aktivitas panggungnya.

Dengan berakhirnya Eternal Sunshine Tour dan mundurnya dari produksi teater tersebut, Grande memiliki ruang lebih besar untuk beristirahat dari jadwal profesional yang selama ini membuatnya terus berada di bawah sorotan.

Page Six melaporkan bahwa keputusan mengambil jeda tersebut berkaitan dengan keinginan Grande untuk fokus pada kesejahteraan dirinya setelah menyelesaikan tur.

Hubungan dengan Ricky Alvarez Kembali Disorot

Di luar panggung, kehidupan pribadi Grande juga menjadi perhatian.

Grande belakangan kembali dekat dengan Ricky Álvarez, mantan kekasih yang pernah menjalin hubungan dengannya pada 2015 hingga 2016.

Keduanya kembali menjadi sorotan setelah Grande memperlihatkan hubungan mereka secara lebih terbuka di media sosial. Pada Agustus, Grande bahkan mengunggah foto bersama Álvarez dan menandainya dalam unggahan tersebut.

Perhatian penggemar semakin besar setelah Grande memperlihatkan tato baru bertuliskan “I do love you” di area tulang selangkanya ketika tampil di London.

Tato tersebut memiliki kemiripan dengan tulisan yang juga dimiliki Álvarez. Vogue mencatat bahwa tato Grande muncul pada awal rangkaian 10 konser London dan diduga berkaitan dengan hubungan mereka yang kembali dekat.

Grande kemudian juga menunjukkan Álvarez dalam unggahan dari periode konser London. Hubungan keduanya pun menjadi salah satu cerita personal yang mengikuti perjalanan tur tersebut.

Setelah 41 Pertunjukan, Grande Memilih Berhenti Sejenak

Tangisan Ariana Grande di panggung terakhir Eternal Sunshine Tour akhirnya bukan hanya menjadi momen perpisahan dengan penggemar.

Itu juga menjadi tanda bahwa sang penyanyi bersiap memasuki fase baru dalam kehidupannya.

Setelah 41 pertunjukan, Grande memilih mengurangi aktivitas di depan publik dan mengambil waktu untuk dirinya sendiri. Ia ingin meninggalkan panggung setelah menuntaskan tur dengan perasaan bahagia dan penuh rasa syukur.

Bagi penggemar, jeda tersebut tentu berarti harus menunggu lebih lama untuk melihat Grande kembali tampil.

Namun, setelah perjalanan panjang Eternal Sunshine Tour, keputusan untuk berhenti sejenak memberikan kesempatan bagi Grande untuk mengatur kembali prioritasnya sebelum kembali menyapa publik melalui karya maupun penampilan berikutnya.

Untuk sementara, konser terakhir di London menjadi penutup sebuah era—dan air mata Grande menjadi salah satu gambaran paling emosional dari perjalanan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |