Harianjogja.com, JOGJA—Range Rover akhirnya memasuki era mobil listrik murni. Setelah melalui pengembangan dan pengujian selama bertahun-tahun, Range Rover Electric resmi diperkenalkan sebagai SUV listrik flagship yang tetap membawa karakter mewah sekaligus kemampuan off-road khas keluarga Range Rover.
Menariknya, Land Rover tidak membuat perubahan radikal pada tampilan. Range Rover Electric masih mempertahankan siluet khas generasi kelima yang diperkenalkan pada 2021. Perbedaan justru lebih banyak terlihat pada detail yang berkaitan dengan efisiensi dan teknologi.
Dikutip dari Carscoops, Kamis (3/9/2026), perubahan eksterior mencakup gril depan yang lebih tertutup, desain pelek alloy baru, serta bagian bawah bodi yang dirancang ulang untuk memperlancar aliran udara.
Kombinasi perubahan tersebut mampu mengurangi koefisien hambatan udara (drag coefficient) sebesar 0,01 cd. Land Rover menyebut peningkatan efisiensi aerodinamika itu dapat menambah jarak tempuh hingga sekitar 16 kilometer ketika kendaraan digunakan di jalan bebas hambatan.
Tenaga Setara V8
Di balik kapnya, Range Rover Electric mengandalkan dua motor listrik yang dikembangkan dan dibuat secara internal. Masing-masing motor menghasilkan 349 hp, sehingga total output mencapai 542 hp atau 550 PS dengan torsi puncak 850 Nm.
Angka tersebut bahkan sedikit lebih tinggi dibandingkan mesin bensin V8 4,4 liter twin-turbo yang menjadi salah satu pilihan powertrain Range Rover.
Karakter motor listrik yang menghasilkan torsi secara instan membuat akselerasinya juga impresif. Range Rover Electric mampu melesat dari 0 hingga 60 mph atau sekitar 96 km/jam dalam 4,3 detik.
Sebagai pembanding, Range Rover bermesin V8 membutuhkan sekitar 4,5 detik untuk mencapai kecepatan yang sama.
Namun, performa bukan satu-satunya hal yang ingin ditonjolkan Land Rover. Pabrikan asal Inggris itu juga menempatkan kenyamanan sebagai salah satu keunggulan utama SUV listrik tersebut.
Kabin Range Rover Electric diklaim mampu bekerja lebih senyap dibandingkan versi V8. Dalam kondisi akselerasi penuh, tingkat kebisingan kabinnya disebut 7 dBA lebih rendah daripada model bermesin V8.
Sistem infotainment juga mendapatkan sejumlah fitur khusus kendaraan listrik, termasuk tampilan yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu memprediksi jarak tempuh baterai.
Baterai 118,5 kWh Bisa Tempuh 600 Km
Untuk menyuplai tenaga kedua motor listrik tersebut, Range Rover Electric menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 118,5 kWh.
Baterai ditempatkan di dalam rumah aluminium berkekuatan tinggi di bawah lantai kabin. Penempatan tersebut tidak hanya membantu melindungi baterai, tetapi juga memberikan keuntungan terhadap distribusi bobot kendaraan.
Berdasarkan standar pengujian WLTP, Range Rover Electric mampu menempuh jarak hingga 600 kilometer dalam kondisi baterai penuh. Sementara itu, estimasi EPA dari Land Rover berada di angka sekitar 535 kilometer.
Sistem kelistrikan menggunakan arsitektur 800 volt. Ketika terhubung dengan pengisi daya cepat DC berdaya hingga 350 kW, baterai dapat diisi dari 10 persen menjadi 80 persen dalam waktu sekitar 22 menit.
Dalam kondisi pengisian cepat, Land Rover juga menyebut tambahan jarak tempuh dapat mencapai sekitar 220 kilometer hanya dalam 10 menit pengisian.
Range Rover Electric turut dibekali sistem manajemen termal ThermAssist. Teknologi tersebut dirancang untuk mengurangi konsumsi energi pemanas hingga 40 persen dan dapat memberikan tambahan jarak tempuh hingga sekitar 40 kilometer dalam kondisi cuaca ekstrem.
Tetap Bisa Diajak Off-Road
Status sebagai mobil listrik tidak membuat Range Rover Electric kehilangan kemampuan melibas medan berat.
SUV ini menggunakan suspensi udara dual-chamber dan kemudi roda belakang. Sistem tersebut dirancang untuk menjaga kenyamanan sekaligus meningkatkan kemampuan bermanuver.
Untuk menghadapi medan dengan traksi rendah, Land Rover menyematkan Integrated Traction Management (ITM) dan Intelligent Driveline Dynamics (IDD).
Kombinasi teknologi tersebut memungkinkan Range Rover Electric melewati tanjakan dengan kemiringan hingga 45 derajat.
Kemampuan menerjang air juga menjadi salah satu keunggulannya. Sensor kendaraan dapat memantau kedalaman air dan menyesuaikan ketinggian kendaraan secara otomatis.
Dalam spesifikasinya, Range Rover Electric mampu melakukan wading hingga kedalaman 900 milimeter atau 90 sentimeter.
Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari strategi Land Rover mempertahankan DNA Range Rover. Sejak awal pengembangannya, pabrikan memang menegaskan bahwa versi listrik harus tetap menawarkan kemampuan segala medan yang menjadi ciri khas model tersebut. Dalam tahap pengujian, prototipe Range Rover Electric telah menjalani pengujian di kondisi ekstrem, termasuk kawasan Arktik.
Lebih Berat, tetapi Pusat Gravitasi Lebih Rendah
Penggunaan baterai berkapasitas besar membuat bobot Range Rover Electric mencapai 2.885 kilogram.
Bobot tersebut sekitar 75 kilogram lebih berat dibandingkan varian plug-in hybrid (PHEV). Namun, posisi baterai yang berada di bagian bawah kendaraan membantu menurunkan pusat gravitasi dibandingkan Range Rover bermesin V8.
Konsekuensinya terlihat pada kemampuan menarik beban.
Range Rover Electric memiliki kapasitas towing maksimal 2,5 ton. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan model bermesin pembakaran yang mencapai 3,5 ton dan varian PHEV yang mencapai 3 ton.
Hadir dalam Banyak Varian
Range Rover Electric tersedia dalam konfigurasi Standard Wheelbase maupun Long Wheelbase.
Pilihan trim yang disiapkan mencakup SE, HSE, Autobiography, SV, SV Ultra, dan SV Black. Selain itu, Land Rover juga menyiapkan First Edition sebagai model khusus pada fase peluncuran.
Dari sisi desain, perbedaannya dengan Range Rover bermesin konvensional memang dibuat sangat minim. Gril yang lebih tertutup dan sejumlah detail khusus menjadi pembeda utama.
Pendekatan tersebut sejalan dengan strategi Range Rover untuk membuat model listrik tetap mudah dikenali sebagai bagian dari keluarga yang sama. Bahkan, sebelumnya Land Rover telah memperlihatkan Range Rover Electric dalam spesifikasi peluncuran dan menegaskan bahwa tampilannya sengaja dibuat hampir tidak berbeda dari model Range Rover lainnya.
Harga Tembus Rp2 Miliar
Di Amerika Serikat, Range Rover Electric ditawarkan mulai US$138.000 sebelum biaya destination and delivery. Setelah ditambah biaya pengiriman US$2.450, harga yang dibayarkan menjadi US$140.550.
Jika dikonversikan ke rupiah dengan kurs yang digunakan dalam laporan tersebut, nominal itu berada di kisaran Rp2,17 miliar.
Harga tersebut sekitar US$25.000 lebih mahal dibandingkan Range Rover bensin termurah. Sementara itu, varian P550e plug-in hybrid memiliki harga US$128.900 atau US$131.350 setelah biaya pengiriman. Dengan demikian, selisih harga Range Rover Electric dengan P550e mencapai sekitar US$9.200 setelah biaya pengiriman.
Untuk pasar Inggris, harga Range Rover Electric dimulai dari £154.070 atau sekitar US$208.200.
Seluruh produksinya dilakukan di fasilitas Land Rover di Solihull, Inggris, bersama Range Rover dengan sistem mild-hybrid dan plug-in hybrid.
Kehadiran Range Rover Electric menjadi langkah penting bagi Land Rover karena SUV flagship tersebut kini memasuki segmen kendaraan listrik tanpa meninggalkan dua karakter yang selama ini menjadi identitasnya: kemewahan dan kemampuan off-road.
Dengan tenaga 542 hp, jarak tempuh hingga 600 kilometer berdasarkan WLTP, pengisian cepat 800 volt, serta kemampuan menerjang air hingga 90 sentimeter, Range Rover Electric berusaha membuktikan bahwa perpindahan dari mesin pembakaran ke tenaga baterai tidak harus mengorbankan karakter sebuah Range Rover.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































