Jumali Kamis, 03 September 2026 12:27 WIB

Yasutomo Ihara, mantan stuntman Ranger Hijau/X
Harianjogja.com, JOGJA— Nama Yasutomo Ihara kembali menjadi perbincangan di media sosial setelah kisah hidupnya yang penuh ironi kembali viral. Pria asal Jepang tersebut pernah dikenal sebagai stuntman dalam sejumlah serial tokusatsu populer, termasuk produksi Super Sentai yang menjadi dasar adaptasi serial Power Rangers.
Namun perjalanan hidupnya berubah drastis setelah cedera serius mengakhiri karier yang telah dibangunnya selama bertahun-tahun. Kesulitan ekonomi yang muncul setelah kehilangan pekerjaan membuatnya mengambil keputusan yang berujung pada proses hukum dan hukuman penjara.
Yasutomo Ihara diketahui pernah terlibat dalam sejumlah produksi tokusatsu Jepang seperti Tensou Sentai Goseiger dan Kamen Rider OOO. Sebagai stuntman, pekerjaannya menuntut kemampuan fisik tinggi, mulai dari adegan pertarungan, lompatan berbahaya, hingga aksi akrobatik yang menjadi ciri khas serial superhero Jepang.
Cedera Mengakhiri Karier
Karier Ihara mulai berubah pada 2009 ketika ia mengalami cedera lutut yang cukup serius. Cedera tersebut membuatnya tidak lagi mampu menjalani pekerjaan sebagai stuntman yang sangat mengandalkan kondisi fisik prima.
Tanpa pekerjaan tetap, kondisi keuangannya semakin sulit. Sejumlah laporan menyebut Ihara ingin kembali ke dunia hiburan dengan mendirikan atau mengikuti sekolah seni peran. Namun keterbatasan modal membuat rencana tersebut sulit diwujudkan.
Tekanan ekonomi yang terus meningkat kemudian mendorongnya mengambil jalan yang melanggar hukum. Keputusan tersebut menjadi titik balik yang mengubah citranya dari sosok di balik layar serial superhero menjadi pelaku kriminal.
Dijuluki Spider-Man Thief
Antara akhir 2013 hingga 2014, Ihara melakukan serangkaian pencurian di wilayah Prefektur Saitama, Jepang. Polisi mengungkap ia terlibat dalam sedikitnya 43 kasus pembobolan rumah sebelum akhirnya ditangkap aparat pada 2014.
Modus yang digunakan terbilang tidak biasa. Ia memanfaatkan kemampuan fisik yang diperoleh selama menjadi stuntman untuk memanjat dinding bangunan, tiang, hingga mencapai balkon atau jendela lantai atas.
Kemampuan tersebut membuatnya mampu memasuki rumah melalui titik yang sulit dijangkau pencuri pada umumnya. Karena metode aksinya itu, media Jepang kemudian menjulukinya sebagai Spider-Man Thief atau pencuri manusia laba-laba.
Dalam pengakuannya kepada penyidik, Ihara mengakui telah mencuri uang tunai dan barang berharga senilai sekitar 8,2 juta yen. Nilai tersebut setara puluhan ribu dolar AS pada saat itu.
Berakhir di Penjara
Setelah ditangkap pada 2014, proses hukum terhadap Ihara berlangsung hingga beberapa tahun berikutnya. Pengadilan Jepang akhirnya menjatuhkan hukuman penjara selama lima tahun pada 2020.
Kasus tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan bagaimana keterampilan yang sebelumnya digunakan untuk menghibur penonton justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak kejahatan.
Belakangan, kisah hidup Ihara kembali ramai dibahas setelah sejumlah kreator konten internasional mengangkat kembali perjalanan hidupnya. Banyak warganet menilai kisah tersebut sebagai gambaran sisi gelap yang dapat dialami pekerja industri hiburan ketika karier mereka berakhir secara mendadak akibat cedera.
Selain menjadi cerita kriminal yang unik, kasus Yasutomo Ihara juga memunculkan diskusi mengenai pentingnya perlindungan dan dukungan bagi pekerja industri hiburan yang menggantungkan hidup pada kemampuan fisik. Ketika karier berhenti secara tiba-tiba, tidak semua memiliki kesempatan atau sumber daya untuk memulai kehidupan baru dengan mudah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































