Arah Baru Pembangunan Magelang Mulai Disusun dari Pendopo

6 hours ago 5

Arah Baru Pembangunan Magelang Mulai Disusun dari Pendopo Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota di Pendopo Pengabdian, Selasa (31/3/2026). - Ist/Dok Prokompim Kota Magelang

Harianjogja.com, MAGELANG—Pemerintah Kota Magelang mulai mematangkan arah pembangunan 2027 dengan menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dan daya saing ekonomi yang inklusif. Fokus ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sekaligus menekan ketimpangan di tengah masyarakat.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota yang digelar di Pendopo Pengabdian, di Kota Magelang, Selasa (31/3/2026). Forum ini menjadi ruang sinkronisasi antara rencana pemerintah dan aspirasi publik.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan arah kebijakan pembangunan 2027 dirancang lebih terukur dengan sejumlah prioritas strategis. Sasaran utamanya mencakup peningkatan kontribusi sektor perdagangan dan jasa terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), peningkatan daya saing SDM, perluasan kesempatan kerja, serta penurunan ketimpangan.

“Fokus prioritas tahun 2027 meliputi peningkatan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor perdagangan dan jasa, daya saing SDM, kesempatan kerja serta penurunan ketimpangan,” ujar Damar.

Selain itu, Pemkot Magelang juga menyiapkan penguatan stabilitas daerah berbasis harmoni sosial. Pembangunan infrastruktur diarahkan lebih inklusif dan berkelanjutan, disertai penguatan ketahanan pangan, lingkungan hidup, serta reformasi birokrasi dan pelayanan publik.

Menurut Damar, capaian tersebut tidak bisa dicapai secara parsial. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan hexahelix yang melibatkan berbagai elemen.

“Diperlukan semangat kolaborasi tidak hanya pemerintah, tetapi juga pengusaha, akademisi, masyarakat, media, dan regulasi/hukum,” katanya.

Kepala Bapperida Kota Magelang Handini Rahayu menambahkan, tema RKPD 2027 secara khusus diarahkan pada penguatan SDM dan daya saing ekonomi kota yang inklusif. Fokus ini diterjemahkan ke dalam peningkatan kinerja lintas sektor, mulai dari ekonomi hingga tata kelola pemerintahan.

Ia merinci sejumlah target kinerja yang ingin dicapai pada 2027. Di antaranya pertumbuhan ekonomi sekitar 5,16 persen, tingkat kemiskinan di kisaran 4,70–5,09 persen, tingkat pengangguran terbuka 4,04–4,52 persen, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 83,57.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Magelang Larsita menegaskan Musrenbang menjadi forum penting untuk menyatukan berbagai kepentingan pembangunan. Mulai dari aspirasi masyarakat hingga pokok-pokok pikiran DPRD.

Menurutnya, Musrenbang RKPD 2027 tidak hanya membahas rancangan awal, tetapi juga menyelaraskan hasil musrenbang sebelumnya, forum diskusi kelompok (FGD), serta konsultasi publik.

“Forum ini juga untuk mengintegrasikan pokok-pokok pikiran DPRD ke dalam RKPD, menyinkronkan kebijakan pembangunan daerah dengan provinsi dan nasional serta menetapkan prioritas dan program pembangunan Kota Magelang Tahun 2027,” paparnya.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua DPRD Kota Magelang Evin Septa Haryanto Kamil serta Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah Harso Susilo.

Selain pemaparan materi, forum juga diwarnai dialog interaktif antara peserta, wali kota, dan para pemangku kepentingan. Diskusi ini menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung agar program pembangunan lebih tepat sasaran.

Hasil Musrenbang ini diharapkan menjadi dasar penyempurnaan rancangan RKPD Kota Magelang Tahun 2027, sekaligus memastikan arah pembangunan berjalan lebih terukur, inklusif, dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |