Alasan Thailand Tak Undang Indonesia di Piala Raja 2026

4 hours ago 3

Jumali

Jumali Senin, 22 Juni 2026 12:27 WIB

Alasan Thailand Tak Undang Indonesia di Piala Raja 2026

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman. /Instagram-pssi.

Harianjogja.com, JOGJA—Keputusan Federasi Sepak Bola Thailand (Football Association of Thailand) yang tidak mengundang Indonesia dalam turnamen King’s Cup Thailand 2026 menjadi sorotan publik sepak bola Asia. Padahal, turnamen tahunan tersebut biasanya menjadi ajang uji coba penting bagi tim-tim kawasan Asia menjelang kompetisi besar.

Dalam laporan yang beredar, Thailand telah menyiapkan tiga lawan dari Asia Barat dan Asia Tengah untuk edisi 2026 yang akan digelar pada FIFA Matchday November. Namun, nama Timnas Indonesia tidak masuk dalam daftar undangan tersebut, meski kedua negara kerap bertemu di level regional.

Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9–12 November 2026 dan akan menjadi bagian penting dari persiapan Thailand menghadapi kompetisi resmi berikutnya. Fokus utama mereka adalah membangun tim yang lebih kompetitif sebelum tampil di turnamen besar tingkat Asia.

Alasan tidak diundangnya Indonesia bukan dipicu faktor rivalitas, melainkan strategi persiapan kompetisi. Kedua tim diketahui berada dalam satu grup pada ajang AFC Asian Cup 2027 yang hasil undiannya mempertemukan Indonesia dan Thailand di Grup F bersama Jepang dan Qatar.

Dalam praktik sepak bola internasional, tim yang sudah berada dalam satu grup kompetisi resmi biasanya menghindari laga uji coba melawan lawan yang sama. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan taktik, pola permainan, hingga strategi yang akan digunakan pada pertandingan sesungguhnya.

Selain faktor tersebut, Thailand juga ingin menguji kemampuan timnya melawan karakter permainan yang berbeda. Negara seperti Uzbekistan, Oman, dan Bahrain dinilai memiliki gaya bermain yang lebih variatif dan berasal dari kawasan Asia Barat serta Asia Tengah, sehingga memberikan tantangan yang lebih beragam dibandingkan lawan regional.

Dari sisi daftar undangan, Uzbekistan menjadi salah satu tim dengan reputasi kuat karena sudah lolos ke Piala Dunia 2026. Sementara Oman dan Bahrain juga memiliki pengalaman kompetitif di level Asia, sehingga dinilai ideal untuk menguji kedalaman skuad Thailand.

Pelatih Thailand saat ini, Anthony Hudson, disebut ingin memaksimalkan FIFA Matchday sebagai ajang eksperimen taktik sekaligus evaluasi pemain sebelum turun di kompetisi resmi. Melalui pertandingan melawan tim berperingkat lebih tinggi, Thailand berharap bisa meningkatkan kualitas permainan dan konsistensi tim.

Keputusan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan peringkat FIFA dan memperkuat chemistry antarpemain. Dengan menghadapi lawan yang lebih beragam, Thailand dapat mengukur kekuatan tim secara lebih objektif tanpa memberi keuntungan informasi kepada calon lawan di grup yang sama.

Sementara itu, Timnas Indonesia tetap memiliki agenda tersendiri pada FIFA Matchday November 2026. Pelatih John Herdman diperkirakan akan mencari lawan uji coba yang sesuai untuk mempersiapkan skuad Garuda menghadapi persaingan ketat di Grup F Piala Asia 2027.

Meski tidak tampil di King’s Cup 2026, kondisi ini tidak serta-merta merugikan Indonesia. Justru, skuad Garuda memiliki ruang untuk menata persiapan secara lebih fokus tanpa terpapar pola permainan calon lawan di turnamen resmi.

Dengan komposisi grup yang berisi Jepang, Qatar, dan Thailand, persaingan di Piala Asia 2027 diprediksi berlangsung ketat. Situasi ini membuat setiap tim, termasuk Indonesia, harus mengoptimalkan setiap agenda uji coba untuk mematangkan strategi sebelum turnamen dimulai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |