Newswire Minggu, 13 September 2026 10:37 WIB

Tangkapan layar promosi film Khadam/Istimewa-Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA— Aktris Aghniny Haque menghadapi tantangan besar saat memerankan tokoh Melor dalam film horor Malaysia, Khadam. Untuk mendalami karakter tersebut, Aghniny harus menguasai bahasa isyarat yang kini sudah jarang digunakan sekaligus menyampaikan emosi tanpa dialog.
Khadam menjadi proyek internasional pertama bagi Aghniny Haque. Film horor tersebut merupakan hasil kolaborasi produksi Malaysia dan Indonesia yang digarap Red Communications dan Komet Productions dari Malaysia bersama dua rumah produksi Indonesia, MAGMA Entertainment dan VMS Studios.
Dalam film tersebut, Aghniny berperan sebagai Melor, seorang ibu yang tidak dapat berbicara. Kondisi karakter yang diperankannya membuat Aghniny harus mengandalkan ekspresi mikro, gestur tubuh, serta bahasa isyarat untuk menggambarkan berbagai emosi.
Tantangan yang harus disampaikan melalui aktingnya tidak sederhana. Melor menghadapi ketakutan dan duka, sekaligus memiliki tekad untuk melindungi anak-anaknya dari teror gaib.
Aghniny Pelajari Bahasa Isyarat Era 1950-an
Tantangan Aghniny semakin besar karena Khadam mengambil latar waktu era 1950-an. Karena itu, ia tidak hanya dituntut mempelajari bahasa isyarat, tetapi juga bentuk bahasa isyarat yang digunakan pada masa tersebut.
Aghniny harus memulai proses belajar dari dasar dan menjalaninya secara intensif. Ia mempelajari bahasa isyarat arkais yang sesuai dengan latar waktu cerita dan kini sudah jarang digunakan.
Proses tersebut menjadi bagian penting dalam persiapannya sebelum menjalani proses syuting. Sebab, karakter Melor tidak memiliki dialog untuk menyampaikan perasaan dan konflik yang dialaminya.
“Aku bisa bilang ini salah satu peran paling menantang bagiku. Enggak hanya harus melakukan syuting di lingkungan baru, tapi gimana aku harus menunjukkan emosi tanpa kata-kata dan hanya menggunakan bahasa isyarat yang aku harus pelajari dari awal,” ucap Aghniny dalam keterangan tertulisnya.
Gugup Jalani Proyek Internasional Pertama
Khadam juga memberikan pengalaman baru bagi Aghniny karena menjadi proyek internasional pertamanya. Ia mengaku sempat merasa gugup ketika pertama kali berada di lokasi syuting.
Meski demikian, suasana hangat yang dibangun para pemain dan kru membuat Aghniny dapat lebih cepat beradaptasi selama proses produksi.
“Aku benar-benar bersyukur bisa dapat pengalaman ini. Awalnya emang gugup karena ini project internasional pertamaku, tapi ternyata semua cast dan crew sangat menerima dengan hangat,” ungkap Aghniny.
Selain tantangan akting, film tersebut juga memperkenalkan sisi psikologis cerita melalui poster resmi terbarunya. Dalam poster itu, sosok Melor terlihat dikelilingi akar yang menjalar.
Rumah dan keluarga Melor tampak berada di dalam jalinan akar tersebut. Gambaran itu mencerminkan beban yang harus dihadapi karakter Melor sepanjang cerita.
Dibintangi Aktor Ternama Malaysia
Selain Aghniny Haque sebagai pemeran utama, Khadam turut menghadirkan sejumlah aktor ternama Malaysia. Mereka antara lain Remy Ishak, Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl El, dan aktris senior June Lojong.
Kehadiran Aghniny dalam film ini menjadi kesempatan bagi penonton Indonesia untuk melihat sisi lain kemampuan aktingnya. Peran Melor menuntut kemampuan menyampaikan emosi melalui ekspresi, gestur, dan bahasa isyarat, bukan melalui percakapan.
Film Khadam dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 September 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































