Abu Anak Krakatau Menyebar, BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

10 hours ago 5

Newswire

Newswire Senin, 07 September 2026 08:57 WIB

Abu Anak Krakatau Menyebar, BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu meluruhkan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebar di sejumlah wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan pelaksanaan OMC akan dilakukan setelah kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan dinilai memungkinkan. Langkah tersebut menjadi perhatian karena abu vulkanik turut berdampak terhadap aktivitas sejumlah bandara.

"Kondisi lebih kondusif, kami akan melaksanakan OMC. Pesawat sudah siap di Pondok Cabe," kata Suharyanto di Jakarta, Senin.

BNPB Siapkan Penyemaian Hujan

Suharyanto menjelaskan OMC menjadi salah satu langkah yang disiapkan pemerintah untuk membantu menurunkan material abu vulkanik dari atmosfer. Upaya tersebut dilakukan melalui pembentukan atau penyemaian hujan.

Selain teknik penyemaian awan, BNPB juga menyiapkan metode water mist. Teknik ini ditujukan untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik.

Meski demikian, pelaksanaan OMC tetap mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan. Kondisi tersebut berkaitan dengan abu vulkanik yang masih memberikan dampak terhadap aktivitas penerbangan.

Sejumlah bandara masih ditutup atau mengalami gangguan operasional sebagai langkah antisipasi terhadap risiko yang ditimbulkan material vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.

BNPB Pantau Kondisi Wilayah Terdampak

Menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau, BNPB telah melakukan koordinasi secara daring dengan BPBD di wilayah yang terdampak abu vulkanik.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan di lapangan.

"Kami telah melakukan video conference secara intensif untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat terdampak erupsi," ujarnya.

BNPB juga mengirimkan personel ke sejumlah lokasi terdampak. Personel tersebut bertugas memantau secara langsung situasi masyarakat dan memastikan kesiapan pemerintah daerah menghadapi kemungkinan dampak lanjutan aktivitas vulkanik.

Pemda Diminta Pastikan Kesiapan Bencana

Suharyanto meminta pemerintah daerah memastikan seluruh perangkat penanggulangan bencana dalam kondisi siap. Kesiapan itu termasuk fungsi sistem peringatan dini seperti sirine dan tempat evakuasi.

Pemerintah daerah juga diminta memastikan rencana kontingensi serta ketersediaan stok pangan dan kebutuhan dasar yang dikelola pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.

"Apabila masih dibutuhkan, bantuan dari pemerintah pusat akan kami dorong," katanya.

Hingga saat ini, Suharyanto menyatakan belum ada pemerintah daerah terdampak yang menetapkan status kedaruratan bencana.

Meski demikian, BNPB akan terus melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta dampaknya terhadap masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |