91 Anak Gunungkidul Daftar Sekolah Rakyat, Pengumuman 30 Juni

6 hours ago 7

91 Anak Gunungkidul Daftar Sekolah Rakyat, Pengumuman 30 Juni

Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat menggunakan AI ChatGPT.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 91 anak asal Gunungkidul tercatat mendaftar dalam program Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026-2027. Proses seleksi kini memasuki tahap penentuan peserta yang berhak diterima, dengan pengumuman hasil dijadwalkan pada 30 Juni 2026 mendatang.

Seluruh calon siswa yang berasal dari Gunungkidul tersebut telah melalui tahapan pendaftaran dan pendataan melalui aplikasi Setara. Data yang tercatat menunjukkan terdapat 91 calon siswa dari Bumi Handayani yang mengikuti proses seleksi program Sekolah Rakyat tahun ini.

Ketua Tim PKH Gunungkidul, Risman Setyo Nugroho mengatakan, proses pendaftaran calon siswa Sekolah Rakyat telah selesai dilaksanakan. Berdasarkan hasil pendaftaran yang tercantum dalam aplikasi Setara, terdapat sebanyak 91 calon siswa yang berasal dari Gunungkidul.

“Rencananya, siswa yang diterima di sekolah rakyat diumumkan pada 30 Juni mendatang,” kata Risman, Kamis (18/6/2026).

Risman menjelaskan pola rekrutmen calon siswa pada 2026 berbeda dibandingkan pelaksanaan pada tahun sebelumnya. Jika pada 2025 penerimaan hanya dibuka untuk jenjang SMA, maka pada tahun ini cakupan peserta diperluas mulai dari tingkat SD hingga SMA.

Meski demikian, ia memastikan tidak ada pendaftar dari jenjang SD. Adapun peserta yang mendaftar terdiri atas 17 anak untuk tingkat SMP dan 74 calon siswa untuk tingkat SMA.

“Total ada 91 anak asal Gunungkidul yang berminat masuk ke sekolah rakyat,” katanya.

Menurut Risman, penentuan peserta yang lolos menjadi kewenangan Kementerian Sosial. Seluruh calon siswa asal Gunungkidul telah menjalani verifikasi lapangan yang dilakukan tim dari Kementerian Sosial, melibatkan BBPPKS DIY, Antasena, serta perwakilan BPS Provinsi DIY.

“Dari kunjungan rumah oleh tim penilai ini nantinya akan dibuat rangking 1-30 berdasarkan hasil kunjungan lapangan di setiap sekolah. Hasilnya, perangkingan juga akan diplenokan di tingkat provinsi,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Sosial P3A Gunungkidul, Suyono, mengatakan program Sekolah Rakyat tahun ini memasuki rekrutmen angkatan kedua. Program tersebut dijalankan pemerintah sebagai salah satu strategi untuk memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan.

“Sekolahnya model asrama dan untuk sekarang, siswa asal Gunungkidul masih harus bersekolah di luar daerah karena belum ada fasilitas sekolah rakyat,” katanya.

Ia menambahkan proses penjaringan calon siswa tidak dibuka secara umum. Peserta yang dapat mengikuti program harus berasal dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada klasifikasi desil satu dan desil dua. Sudah dilakukan klasifikasi desil satu dan dua sehingga terdapat sekitar 63.299 anak yang memenuhi kriteria untuk mengikuti program Sekolah Rakyat. Namun, dari jumlah tersebut tidak seluruhnya mengajukan pendaftaran ke Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026-2027.

“Sudah dilakukan klasifikasi desil satu dan dua, maka ada sekitar 63.299 anak yang bisa masuk ke sekolah rakyat. Tapi tidak semuanya mendaftar,” kata Suyono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |