531 Kursi SMP Negeri Kosong, Sekolah di Perbukitan Menoreh Sepi

6 hours ago 3

531 Kursi SMP Negeri Kosong, Sekolah di Perbukitan Menoreh Sepi

Ilustrasi siswa SMP - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGpt

Harianjogja.com, KULONPROGO— Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Kulonprogo menyisakan 531 kursi kosong pada jenjang SMP Negeri. Kondisi ini memperlihatkan masih adanya ketimpangan minat masyarakat terhadap sekolah tertentu, terutama antara kawasan perkotaan dan wilayah Perbukitan Menoreh.

Data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo menunjukkan daya tampung SMP Negeri tahun ini mencapai 4.544 kursi yang tersebar di 36 sekolah dengan total 142 rombongan belajar. Dari jumlah tersebut, kursi yang berhasil terisi sebanyak 4.013 siswa atau setara 88,3 persen.

Sekretaris Disdikpora Kulonprogo, Nur Hadiyanto, mengatakan capaian keterisian secara umum cukup baik. Namun, masih terdapat sejumlah sekolah yang belum mampu memenuhi kuota penerimaan karena jumlah pendaftar yang terbatas.

Menurut dia, persoalan paling mencolok terjadi pada jalur prestasi. Jalur ini menjadi yang paling rendah tingkat keterisiannya dibandingkan jalur lain yang tersedia dalam SPMB tahun ini.

“Jalur prestasi hanya terisi sekitar 2,8 persen. Hampir seluruh kuota yang disediakan di SMP Negeri tidak terserap secara maksimal,” kata Nur Hadiyanto, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan sebagian besar orang tua lebih memilih jalur yang peluang diterimanya dianggap lebih besar, seperti jalur radius maupun wilayah. Faktor kedekatan domisili dengan sekolah menjadi pertimbangan utama dibandingkan bersaing melalui jalur prestasi.

Menurutnya, banyak orang tua menilai jalur prestasi memiliki tingkat persaingan yang lebih tinggi sehingga memilih opsi lain yang lebih mudah diprediksi hasilnya.

Sementara itu, keterisian pada jalur radius mencapai 88,2 persen. Adapun jalur afirmasi tercatat 84,3 persen dan jalur wilayah menjadi yang tertinggi dengan tingkat keterisian mencapai 98,6 persen.

Selain rendahnya peminat jalur prestasi, hasil SPMB tahun ini juga memperlihatkan perbedaan signifikan antara sekolah di wilayah dataran rendah dan kawasan perbukitan.

Di wilayah selatan dan perkotaan seperti Kapanewon Temon, Wates, Panjatan, dan Galur, seluruh SMP Negeri berhasil mencapai keterisian 100 persen. Sebaliknya, sejumlah sekolah di kawasan Menoreh masih mengalami kekurangan siswa cukup besar.

Kapanewon Girimulyo hanya mencatat keterisian 51,2 persen dari kuota yang tersedia. Kondisi serupa terjadi di Samigaluh dengan tingkat keterisian 52,2 persen. Sementara itu, Kalibawang mencatat keterisian 84,9 persen dan Kokap sebesar 83,5 persen.

Dua sekolah dengan jumlah siswa baru paling sedikit adalah SMP Negeri 4 Pengasih dan SMP Negeri 3 Samigaluh. Masing-masing hanya mampu mengisi lima kursi dari total kuota 64 siswa yang disediakan pada tahun ajaran baru ini.

Nur Hadiyanto menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari perubahan demografi di kawasan perbukitan. Jumlah lulusan SD dan MI di wilayah Menoreh terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir sehingga berdampak langsung terhadap jumlah pendaftar SMP.

Meski masih terdapat ratusan kursi kosong, Disdikpora memastikan tidak akan membuka perpanjangan pendaftaran atau gelombang tambahan dalam SPMB 2026.

Kepala Disdikpora Kulonprogo, Nur Wahyudi, mengatakan hasil SPMB tahun ini tetap menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri. Namun, evaluasi akan dilakukan terutama terhadap jalur prestasi yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Empat jalur penerimaan selain prestasi terserap dengan baik. Rendahnya keterisian jalur prestasi akan kami evaluasi, baik dari sisi persyaratan, sosialisasi maupun faktor lainnya,” katanya.

Ia menambahkan kondisi sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa di kawasan Girimulyo dan Samigaluh akan menjadi bahan kajian dalam penataan satuan pendidikan ke depan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan tetap merata dan berkualitas bagi seluruh pelajar di Kulonprogo, tanpa memandang lokasi tempat tinggal mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |