Para pelajar yang lolos verifikasi administrasi untuk menjadi calon Paskibraka 2026, Senin (6/4/2026) di Aula Adikarto Kantor Pemkab Kulonprogo. - Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO— Sebanyak 196 pelajar SMA di Kabupaten Kulonprogo dinyatakan lolos tahap verifikasi administrasi seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026. Mereka kini bersaing menuju tahap lanjutan untuk memperebutkan puluhan posisi terbatas.
Jumlah tersebut merupakan hasil penyaringan dari total 266 pendaftar yang berasal dari 28 sekolah di 12 kapanewon. Para peserta yang lolos terdiri atas 100 putri dan 96 putra.
Kepala Kesbangpol Kulonprogo, Pratiwi Ngasaratun, mengatakan ratusan pelajar tersebut akan memperebutkan 46 posisi Paskibraka.
"Setelah verifikasi administrasi 196 peserta dinyatakan berhak melaju ke tahap berikutnya yang terdiri dari 100 putri dan 96 putra yang akan memperebutkan 46 posisi Paskibraka," katanya, Senin (6/4/2026).
Dari jumlah tersebut, nantinya 38 pelajar akan bertugas di tingkat kabupaten, sementara delapan lainnya berkesempatan mewakili DIY di tingkat provinsi.
Proses seleksi lanjutan akan berlangsung hingga 16 April 2026 dengan sistem gugur. Peserta harus melewati berbagai tahapan, mulai dari tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU), hingga tes kesehatan, kesamaptaan, baris-berbaris, dan kepribadian.
"Para kandidat harus melewati berbagai seleksi dengan sistem gugur mulai dari tes wawasan kebangsaan (TWK) dan tes intelegensi umum (TIU) secara daring," lanjutnya.
Pratiwi menegaskan proses seleksi dilakukan secara ketat dan transparan. Ia juga mendorong peserta menunjukkan kemampuan terbaik selama tahapan berlangsung.
"Ikutilah tahapan seleksi ini dan buktikan kalau kalian adalah calon Paskibraka yang pantas dan berintegritas. Kami menjamin seleksi diselenggarakan secara terbuka, adil, dan transparan," pesannya.
Para peserta yang lolos tahap awal juga telah mengikuti pembekalan di Aula Adikarto Kantor Pemkab Kulonprogo pada Senin (6/4/2026). Pembekalan ini menjadi langkah awal pembentukan karakter calon Paskibraka.
Sekretaris Daerah Kulonprogo, Triyono, menekankan bahwa Paskibraka bukan sekadar tugas seremoni, melainkan bagian dari proses pengkaderan calon pemimpin bangsa.
"Jangan jadikan menaikkan bendera sebagai satu-satunya tujuan. Ini adalah wahana pengkaderan pemimpin di tingkat nasional maupun daerah. Minimal, saya ingin melihat adik-adik di sini suatu saat nanti menjadi Bupati di Kulon Progo, atau minimal Sekda dan Kepala Kesbangpol," tegasnya.
Triyono juga membagikan pengalaman pribadinya untuk memotivasi peserta agar tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.
"Cita-cita tidak boleh berhenti hanya karena fisik. Hanya karena tidak lolos Paskibraka, bukan berarti hambatan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Waktu kecil pun saya tidak menyangka bisa menjadi Sekda," kenangnya.
Seleksi ini merupakan rangkaian menuju penentuan petugas upacara peringatan 17 Agustus 2026 di Kabupaten Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
















































